Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG

Layanan Kehamilan & Kesehatan Wanita Profesional

  • Home
  • Layanan
    • Konsultasi & Kontrasepsi
    • PAP Smear
    • Pemeriksaan Ginekologik
    • Pemeriksaan Kehamilan
    • Screening USG 4D
  • Jadwal Dokter
  • Artikel
    • Kebidanan & Kandungan
    • ObsGyn Update
  • Tentang Kami
    • Fasilitas
  • Login Pasien
  • Daftar Antrian
  • 22 May 2026
You are here: Home / Archives for Dr. Gregorius Agung, SpOG

Selamat, Anda Positif Hamil! Apa Langkah Selanjutnya?

27 July 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Selamat, Anda positif hamil! Selanjutnya bagaimana? Anda mungkin saat ini sedang bergembira merayakan kehamilan Anda, tetapi juga sedang kebingungan tentang langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tentunya, banyak hal akan berubah dalam hidup Anda. Berikut ini daftar langkah-langkah yang harus diambil, karena Anda sekarang telah positif hamil dan sedang menantikan buah hati Anda:

1. Vitamin kehamilan
Pertama-tama, Anda boleh bergembira dan merayakan kehamilan Anda karena sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ibu! Tetapi sebelum Anda dapat secara resmi menjadi seorang ibu, Anda harus cukup gizi dan mengonsumsi vitamin yang tepat untuk memastikan bayi yang sehat. Nutrisi Anda sangat penting untuk keberhasilan dan kesehatan bayi Anda. Salah satu cara untuk membantu kesehatan gizi Anda adalah dengan meningkatkan asupan asam folat Anda. Asam folat atau vitamin B9 merupakan nutrisi penting yang bertugas melindungi janin dari gangguan fungsi otak dan saraf tulang belakang. Menaikkan asupan asam folat bagi ibu hamil dari 400 menjadi 600 mcg sehari bermanfaat melindungi janin dari cacat bawaan.

2. Tendang kebiasaan buruk Anda… segera!
Kebiasaan buruk disini mulai dari narkoba hingga rokok. Jauhkan kebiasaan seperti merokok, konsumsi narkoba, minum alkohol, dan begadang yang dulu sering Anda lakukan saat masih single. Dengan menyingkirkan kebiasaan buruk Anda, Anda memberi bayi Anda awal terbaik dalam hidup. Dengan melanjutkan kebiasaan buruk, Anda dapat menempatkan bayi Anda pada risiko cacat lahir, keterbelakangan mental, dan bahkan kematian. Jagalah kesehatan Anda selama kehamilan dan Anda akan dapat menyapa bayi yang bahagia dan sehat sembilan bulan lagi!

3. Ketahui riwayat kesehatan keluarga Anda dan pasangan
Bayi Anda adalah kombinasi sempurna dari Anda dan pasangan Anda, tetapi dalam pencampuran materi genetik, sindrom genetik tertentu dapat hadir dan membahayakan kesehatan bayi Anda. Sangat penting bagi Anda untuk meneliti sejarah dan riwayat keluarga Anda dan pasangan segera setelah mengetahui bahwa Anda hamil. Riwayat kesehatan penting untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dapat diturunkan di dalam keluarga dan melihat potensi masalah sepanjang kehamilan atau pada saat melahirkan nanti.

4. Ubah pola makan yang tidak sehat
Salah satu hal terpenting untuk perkembangan janin adalah makanan. Belum lagi organ-organ penting janin mulai berkembang pada awal kehamilan. Ibu hamil perlu memilih makanan yang bergizi untuk masa pertumbuhan janin. Konsumsilah makanan yang mengandung nutrisi tinggi, berprotein, dan bervitamin. Kalahkan apa yang Anda tak suka, kalau ternyata itulah yang terbaik untuk kandungan. Hindari makanan yang berpotensi buruk pada janin, seperti makanan yang kurang matang, berkafein tinggi, hingga mengandung MSG.

5. Lakukan vaksinasi flu
Saya menyarankan agar semua ibu hamil menerima vaksin flu, karena perubahan pada sistem kekebalan tubuh bisa membuat Anda lebih mudah mengalami komplikasi yang berkaitan dengan flu. Ibu hamil yang terinfeksi virus flu dapat menghadapi peningkatan risiko komplikasi dan berisiko harus menjalani perawatan di rumah sakit. Konsultasikan kepada dokter kandungan Anda tentang vaksin yang diperlukan selama masa kehamilan.

6. Istirahat yang cukup
Kehamilan awal bisa sangat melelahkan, karena tubuh sedang berusaha mengembangkan mahluk baru di dalamnya. Kamu mungkin tidak akan dapat menjalani kehidupan sosial, khususnya saat kamu bekerja, jadi luangkan waktu untuk beristirahat. Hindari lingkungan kerja yang menimbulkan stres, atau jam kerja yang mengharuskan kamu bekerja secara shift. Setidaknya, selama trimester pertama ini.

7. Rutin Berolahraga
Jika kamu terbiasa olahraga, tetap lanjutkan kegiatanmu ini dengan sedikit mengurangi intensitasnya. Tetapi jika kamu tidak pernah berolahraga, usahakan melakukan olah tubuh yang tidak membahayakan janin. Olahraga sangat penting untuk ,enjaga badan Anda tetap fit selama kehamilan. Konsultasikan dengan dokter mengenai olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan kamu.

8. Menabung Demi Calon Bayi
Sedini mungkin persiapan budget untuk kebutuhan masa kehamilan, calon bayi, dan persalinan sudah Anda lakukan. Menabunglah dari sekarang dan lakukan penghematan untuk hal-hal yang tidak penting. Buatlah perencanaan budget dan pengeluaran untuk tiap kebutuhan—jika perlu tabungan khusus untuk masa setelah buah hati lahir. Yang tak boleh Anda lupakan, buatlah planning budget untuk persalinan operasi sesar yang umumnya merogok kocek 2-3 kali lipat persalinan normal.

9. Pulihkan diri Anda dari morning sickness
Morning sickness adalah kondisi mual dan muntah yang biasanya terjadi di masa-masa awal kehamilan, biasanya selama trismester pertama. Kondisi ini bisa terjadi pada pagi, siang, malam, atau bahkan sepanjang hari. Untuk mengurangi rasa mual, makanlah dalam porsi sedikit tapi sering. Cobalah makanan yang tidak membuat Anda mual, seperti biskuit tawar atau roti tawar. Bila Anda terus merasa mual atau muntah sehingga menjadikan makanan sulit masuk ke perutmu, konsultasikan dengan dokter. Bisa jadi Anda mengalami kondisi yang lebih berat dari morning sickness biasa, yaitu hiperemesis gravidarum.

10. Tentukan dokter kandungan yang cocok
Ini adalah langkah yang paling penting setelah mengetahui kehamilan Anda: memilih dokter kandungan. Coba diskusikan dengan pasangan mengenai siapa yang akan mendampingi selama kehamilan dan persalinan. Anda bisa meminta saran dari orang-orang terdekat atau mencari informasi tentang rumah sakit serta dokter di internet. Pilihlah dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan mudah dijangkau. Segeralah berkonsultasi dengan dokter yang Anda pillih setelah mengetahui kehamilan agar bisa mendapat penjelasan tentang resiko-resiko yang mungkin terjadi selama kehamilan.

Sekali lagi, selamat atas kehamilan Anda! Setelah Anda mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat melanjutkan ke bagian yang menyenangkan: menikmati kehamilan dan membagikan berita bahagia ini!

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: positif hamil, setelah hamil selanjutnya bagaimana?

Olahraga Yang Aman Selama Kehamilan

5 July 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG 1 Comment

Olahraga teratur bisa meningkatkan kesehatan kita, membantu tetap bugar, meningkatkan kualitas tidur dan hampir semua hal positif lainnya yang dapat kita bayangkan. Ini juga berlaku selama kehamilan — olahraga selama kehamilan sangat penting untuk membantu ibu dan bayi tetap kuat dan sehat serta membantu kelancaran persalinan.

Walaupun begitu, tetap harus ada beberapa pertimbangan sebelum Anda melakukan olahraga dengan adanya bayi di dalam kandungan. Sebesar apapun manfaat olahraga, tidak ada yang membantah bahwa ada beberapa jenis olahraga yang tidak aman untuk ibu hamil. Terutama untuk wanita dengan kehamilan di trimester ketiga dan sudah mendekati tanggal persalinan. Berikut ini saya akan mengulas olahraga apa saja yang aman dan olahraga yang sebaiknya dihindari selama kehamilan.

Olahraga Yang Sebaiknya Dihindari

1. Full body contact
Ini termasuk olahraga atau kegiatan dimana kontak fisik bisa terjadi. Jenis olahraga ini diantaranya gulat, tinju, sepak bola, basket, dll. Jaga bayi Anda tetap aman dengan menghindari olahraga atau kegiatan yang dapat menyebabkan pukulan keras atau guncangan pada perut.

2. Olahraga berbasis keseimbangan
Ini termasuk bersepeda di luar ruangan, senam lantai atau gymnastic dan hal lainnya yang memerlukan koordinasi dan keseimbangan. Kenapa? Karena bisa memerlukan keseimbangan berarti secara alami akan ada resiko jatuh. Dan jatuh pada saat hamil bisa sangat berbahaya bagi ibu dan bayi.

3. Bouncing sport
Trampolin atau berkuda bisa beresiko memberikan guncangan pada perut yang membahayakan bayi Anda. Walaupun ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa berkuda tidak berperan besar pada terjadinya keguguran, tapi tetap saja Anda harus mewaspadai aktifitas-aktifitas semacam itu.

4. Menyelam
Scuba diving sangat berisiko membuat bayi mengalami penekanan dan gelembung gas dalam pembuluh darah.

Olahraga Apa Yang Aman?

1. Berenang
Berenang sangat baik sebab sangat bagus melatih otot otot besar (kaki dan tangan). Berenang juga memberi manfaat bagi kinerja jantung dan juga mempermudah menurunkan berat badan bagi ibu hamil yang kelebihan berat badan. Selain itu berenang adalah sebuah olahraga yang bisa menggerakkan seluruh bagian tubuh dengan impact/benturan yang sangat minimal pada sendi.

2. Berjalan kaki
Jalan kaki adalah olah raga terbaik yang bisa dilakukan oleh ibu hamil selama kehamilannya. Olahraga ringan ini sangat baik untuk melancarkan peredaran darah dan menjaga ibu hamil tetap fit. Semua orang tentu bisa olahraga ini, tidak memerlukan peralatan, bisa dilakukan di mana saja dan bisa dilakukan hingga akhir kehamilan.

3. Senam hamil
Meskipun ibu hamil bisa melakukan senam secara sendiri berdasarkan DVD yang banyak beredar, namun akan lebih baik jika ibu hamil melakukan senam hamil dipandu oleh ahli atau mengikuti kelas hamil. Selain mendapatkan kebugaran dan panduan yang tepat, ibu dapat berinteraksi dengan ibu-ibu hamil lainnya sehingga semakin memperbanyak pengetahuan dan berbagi pengalaman dengan yang lain. Dengan melakukan senam hamil, dapat menambah kesehatan dan kebugaran ibu hamil dan janinnya.

4. Yoga
Sama halnya dengan senam hamil, jika ibu hamil ingin melakukan yoga ada baiknya mengikuti kelas-kelas yoga dengan panduan ahli. Selain membantu kebugaran tubuh ibu hamil, yoga dapat melatih pernapasan dan relaksasi ibu hamil yang sangat penting diperlukan saat persalinan nanti.Karena saat persalinan dibutuhkan teknik pernapasan yang baik dan ibu hamil yang merasa rileks agar persalinan berjalan lancar. Yoga bisa membantu ibu hamil dalam mewujudkan dua hal itu.

5. Sepeda statis
Bersepeda dalam ruangan memberikan manfaat bersepeda yang aman bagi jantung, tanpa bahaya jatuh atau jalan terbuka.

6. Angkat berat
Mungkin terdengar aneh, tetapi angkat berat badan bisa menjadi pilihan olahraga yang aman untuk wanita hamil. Latihan ketahanan seperti angkat berat meningkatkan kekuatan, kesehatan kardiovaskular, dan sangat bagus untuk pembakaran lemak. Perlu diperhatikan, bobot dumbbell yang diangkat harus lebih ringan dari beban yang biasa Anda gunakan sebelum hamil.

Apakah Anda sudah siap berolahraga? Jika dipadukan dengan pola makan sehat, tidur yang cukup dan menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok, berolahraga di masa kehamilan dapat membuat ibu hamil tetap prima, terutama saat dan setelah melahirkan. Jangan lupa penuhi juga kebutuhan nutrisi ibu hamil untuk mendukung aktivitas fisik ini. Pilih asupan nutrisi yang sesuai, agar daya tahan tubuh Mum selama kehamilan selalu terjaga. Dan sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memulai jenis olahraga apa pun.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: olahraga aman pada saat hamil, olahraga pada masa kehamilan, olahraga selama kehamilan

Penyebab Paling Umum Kenapa Harus Melahirkan Dengan Operasi Sesar

2 June 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Bahagia bercampur cemas saat menunggu lahirnya buah hati di minggu-minggu akhir kehamilan akan dirasakan oleh kebanyakan ibu hamil. Terlebih kebahagiaan yang spesial pada kehamilan pertama karena sebentar lagi ibu hamil akan menjadi orangtua yang sebenarnya. Sedangkan rasa cemas muncul karena ibu hamil belum pernah merasakan proses persalinan sebelumnya. Di kehamilan-kehamilan kedua atau pun ketiga, banyak juga ibu hamil yang tetap merasa cemas di balik rasa bahagia sebentar lagi akan mendapatkan momongan lagi.

Rasa cemas ini muncul ketika ibu hamil mulai membayangkan proses persalinannya nanti. Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan-lah yang akhirnya berkehendak. Sehingga ketika ibu hamil bersikeras ingin melahirkan dengan normal saat persalinan nanti, tak jarang berujung pada operasi caesar karena berbagai alasan. Berikut ini adalah 7 penyebab paling sering terjadi yang mengharusnya ibu hamil melahirkan dengan operasi sesar:

  • Rongga Panggul Sempit
    Jalan lahir yang normal merupakan salah satu bagian terpenting dalam persalinan normal, jika panggul ibu ternyata sempit, tentu bayi tidak akan bisa lewat. Dokter biasanya akan mengukur panggul ibu hamil di trimester tiga menjelang persalinan untuk memastikan apakah ukuran panggul ibu mendukung untuk melahirkan normal atau harus dengan caesar.
     
  • Bayi Terlalu Besar (Makrosomia)
    Berat bayi normal adalah 2500-4000 gram, jika ukuran bayi melebihi 4000 gram setelah dilakukan pemeriksaan USG, dokter akan menyarankan untuk caesar karena akan berakibat mengganggu pernapasan dan proses mengejang.
     
  • Kelainan Letak Posisi Janin dan atau Plasenta
    Posisi janin tidak normal yang sering disebut sungsang atau melintang disarankan untuk melakukan proses persalinan caesar. Begitu juga bila letak plasenta menutupi jalan lahir (plasenta previa) akan bisa berakibat pada perdarahan sehingga perlu dilakukan operasi caesar.
     
  • Riwayat operasi caesar kurang dari 3 tahun
    Operasi caesar dilakukan pada persalinan dengan riwayat caesar sebelum 3 tahun lalu dilakukan karena berisiko pada membukanya kembali sayatan bekas operasi sebelumnya.
     
  • Ada Hipertensi atau Preeklamsia Saat Persalinan.
    Batas normal tekanan darah ibu hamil adalah sekitar 130/80 mmHg. Lebih dari itu bisa terjadi keadaan hipertensi yang bisa membuat penderita sakit kepala. Pada ibu hamil yang mengalami hipertensi, kondisi sakit kepala ditambah keharusan mengejan pada saat persalinan dapat mengakibatkan pembuluh darah di kepala pecah. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, dokter biasanya akan mengambil tindakan operasi.
     
  • Ketuban Pecah Dini dan Lebih Dari 24 Jam Bayi Belum Lahir.
    Ketika ketuban sudah pecah, tidak ada lagi pelindung untuk janin. Dikhawatirkan akan terjadi infeksi dan keracunan pada bayi jika selama 24 jam setelah ketuban pecah bayi belum lahir. Apabila bayi sudah cukup umur untuk dilahirkan, dokter biasanya akan melakukan tindakan caesar apabila jalan normal sudah tidak mungkin ditempuh.
     
  • Kelainan kontraksi.
    Sensor reseptor di rahim yang tidak memberi respons merupakan salah satu penyebab kelainan kontraksi. Pada kasus ini pun persalinan umumnya dilakukan dengan tindakan sesar karena rahim pun tidak akan merespons obat-obatan induksi (yang merangsang munculnya kontraksi).
     

Selain 7 penyebab diatas, masih banyak lagi skenario yang mengharuskan ibu hamil melahirkan secara sesar. Tapi saya berharap paling tidak dengan mengetahui sebab-sebab diatas, Anda sudah memiliki informasi awal tentang beberapa sebab yang mengharuskan Anda melahirkan secara sesar.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: melahirkan sesar, operasi sesar, penyebab sesar

Puasa Pada Saat Hamil. Bolehkah?

18 May 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Dilema kerap melanda para calon ibu di bulan Ramadan. Ibu hamil kerap merasa ragu untuk menjalankan ibadah puasa secara penuh di bulan Ramadan. Ada keinginan menjalankan ibadah puasa, tapi khawatir perubahan pola makan dapat memengaruhi perkembangan dan kesehatan calon anak mereka di dalam rahim. Sebaiknya seperti apa?

Kondisi setiap ibu hamil tentu berbeda-beda. Untuk bisa puasa atau tidak yang bisa memberi keputusan adalah dokter kandungan Anda yang mengetahui secara lengkap sejarah kehamilan Anda. Jika kehamilan Anda tidak bermasalah biasanya dokter akan mengijinkan Anda untuk berpuasa. Tapi bila Anda menderita komplikasi selama kehamilan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi ginjal atau masalah jantung sebaiknya menahan diri untuk tidak puasa.

Bila melihat dari usia kehamilan, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

  • Trimester pertama (minggu ke 1-13)
    Ini adalah masa yang paling rawan karena trimester pertama ini adalah masa kritis pembentukan otak janin. Anda harus benar-benar memperhatikan kondisi Anda sendiri. Bila ada keluhan mual, muntah, lemas dan pusing, Anda sebaiknya segera membatalkan puasa.
  • Trimester kedua (minggu ke 14-28)
    Pada trimester ini Anda aman untuk berpuasa. Tapi bila Anda merasa berat badan turun dan gerakan janin tidak aktif sebaiknya Anda tidak memaksaan diri untuk berpuasa.
  • Trimester ketiga (minggu 29-40)
    Anda boleh berpuasa asalkan tekanan darah normal, tidak anemia dan kondisi janin sehat.

Selama berpuasa Anda diharapkan untuk rileks dan menghindari stress karena ibu hamil yang berpuasa memiliki tingkat hormon stress kortisol yang lebih tinggi di dalam darah.  Dan berikut ini saya merangkum beberapa tips penting yang harus diikuti saat berpuasa bagi wanita hamil:

  1. Tetap terhidrasi. Minum banyak air di Saat sahur dan berbuka puasa.
  2. Buka puasa Anda dengan makanan sehat termasuk protein, buah-buahan, kurma dan serat
  3. Hindari makanan yang mengandung asam dan berminyak karena bisa menimbulkan heartburn
  4. Batalkan segera puasa Anda jika Anda merasa terlalu lemah
  5. Makan makanan kaya energi selama Sahur.
  6. Hindari aktivitas yang akan membuat Anda lelah secara fisik saat berpuasa
  7. Ketika berbuka puasa segeralah meminum air yang mengandung garam dan gula, atau larutan rehidrasi oral hal tersebut bisa membantu anda dalam mengatasi kekurangan cairan untuk anda dan calon bayi.
  8. Beristirahat dan tidur nyenyak.

Dan segera hubungi dokter Anda jika Anda merasakan hal-hal berikut:

  1. Berat badan yang tidak seharusnya, atau turunnya berat badan.
  2. Merasa sangat haus, atau buang air kecil lebih jarang dari biasanya bahkan jika urin berwarna gelap atau pekat. Ini adalah tanda dehidrasi, dan itu bisa membuat anda lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) atau komplikasi lain.
  3. Sakit kepala, nyeri atau demam lainnya.
  4. Mual atau muntah.
  5. Jika ada perubahan nyata dalam gerakan bayi Anda, seperti jika bayi Anda tidak bergerak atau menendang terlalu banyak.
  6. Anda melihat nyeri seperti kontraksi. Ini bisa menjadi tanda persalinan prematur.
  7. Merasa pusing, lemas, lemah, atau lelah, bahkan setelah Anda beristirahat dengan baik.

Catatan:

Dalam Islam, wanita hamil diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadhan bila khawatir akan berbahaya bagi kesehatan dirinya atau janinnya. Dia bisa mengganti puasa di lain waktu dan membayar denda atau fidyah. (sumber)

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: hamil di bulan ramadhan, puasa pada saat hamil, puasa saat hamil

Flek Darah Di Luar Masa Menstruasi, Apakah Normal?

10 May 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Flek darah yang terjadi di luar masa menstruasi adalah hal yang TIDAK normal. Ya, Anda tidak salah baca. Mungkin flek-flek darah yang selama ini terjadi diantara masa menstruasi adalah hal yang terbiasa terjadi dan Anda merasa sebagai sesuatu yang normal, tapi sebaiknya hal ini di periksakan ke dokter spesialis kandungan.

Kenapa?

Karena hanya ada satu hal normal yang menyebabkan munculnya flek darah diluar masa menstruasi yaitu pada saat Anda memasuki tahap akhir masa menstruasi alias menopause.

Lalu apa penyebab terjadinya bercak darah selain menopause?

  1. Anda terlalu gemuk atau terlalu kurus.
    Berat badan memiliki pengaruh pada keseimbangan hormon. Oleh karena itu kelebihan atau kekurangan berat badan bisa menyebabkan terjadinya flek darah diluar masa menstruasi. Index massa tubuh (BMI) yang ideal untuk wanita adalah 18,5-24,9. Coba hitung BMI anda disini.
  2. Olahraga Anda terlalu berat.
    Olahraga yang terlalu berat menjadikan tubuh Anda dalam keadaan stres dimana hal ini bisa menyebabkan terlewatnya masa menstruasi atau kebalikannya yaitu mentruasi yang sangat banyak. Jika Anda adalah seorang atlet dengan jadwal latihan yang sangat intensive, Anda sebaiknya memberitahukan tentang terlewatnya masa menstruasi kepada dokter kandungan Anda untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
  3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS).
    Sindrom Ovarium Polikistik merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kelebihan produksi hormon Androgen yaitu hormon maskulin yang biasanya banyak ditemukan pada kaum laki-laki. Oleh karena itu PCOS sering mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan pada hormon yang memicu terjadinya flek di luar masa menstruasi. PCOS juga merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kemandulan, sehingga perlu penanganan yang dilakukan sesegera mungkin.
  4. Efek samping kontrasepsi.
    Salah satu efek samping menggunakan kontrasepsi hormonal adalah adanya flek darah diluar masa menstruasi, khususnya pada bulan pertama penggunaan pil KB ataupun IUD. Anda perlu memeriksakan ke dokter spesialis kandungan untuk mengetahui apakah Anda memerlukan dosis yang berbeda atau malah Anda perlu mencoba kontrasepsi dengan metode lain.
  5. Anda mungkin mengidap penyakit menular seksual (PMS).
    Flek darah diluar masa menstruasi bisa juga disebabkan karena PMS seperti Herpes Genital, Sifilis, Human Papillomavirus (HPV) atau kutil kelamin, Hepatitis B, Klamidia, atau Gonorea. Beberapa wanita kadang tidak tahu bila dirinya memiliki infeksi karena penyakit ini dapat ditularkan oleh pasangan Anda melalui aktivitas seksual yang melibatkan vagina, penis, anus (anal), atau mulut (oral). Periksakan segera ke dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.
  6. Infeksi dan peradangan pada vagina, serviks atau rahim.
    Kadang-kadang infeksi yang terjadi pada organ reproduksi bisa mengakibatkan terjadinya flek di luar masa menstruasi. Infeksi tersebut bisa menular atau bahkan menyebar keseluruh tubuh dan mengganggu kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu infeksi ini harus di tangani sesegera mungkin sebelum terlambat.
  7. Tumor Fibroid.
    Sebutannya agak menakutkan tapi sebenarnya sebagian besar tumor fibroid tidak berkembang menjadi kanker. Selain menyebabkan flek, Tumor Fibroid juga bisa menyebabkan menstruasi hebat, waktu menstruasi yang lama, ketidaknyamanan atau adanya tekanan pada panggul, sering buang air kecil, sulit mengosongkan kandung kemih, dan nyeri pada area punggung. Untuk itu, bila mengalami flek di luar masa menstruasi disertai gejala diatas, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter. Fibroid biasanya diatasi melalui operasi pengangkatan (Myomectomy) atau perawatan dengan obat-obatan seperti Androgen.
  8. Akibat hubungan seksual.
    Flek darah diluar masa menstruasi juga bisa terjadi setelah melakukan hubungan seksual. Hal ini bisa terjadi karena kondisi vagina kering pada saat hubungan seksual atau bisa juga karena peradangan pada dinding vagina. Hal ini biasanya normal terjadi, tapi bila Anda mendapati bercak darah saat atau usai melakukan hubungan seksual yang berlangsung terus menerus, dan atau pendarahan yang terjadi dalam jumlah banyak, sebaiknya segera periksa ke Dokter spesialis karena pendarahan tersebut bisa menjadi penanda Anda terkena penyakit menular seksual atau bahkan kanker serviks.

 

Ternyata banyak sekali ya penyebab terjadinya flek darah di luar masa menstruasi. Selain hal-hal diatas, masih ada beberapa penyebab lain juga tapi memerlukan pemeriksaan dan diagnosis yang akurat dari dokter spesialis kandungan untuk memastikannya.

Apakah Anda juga mengalami flek diluar masa menstruasi? Jadwalkan segera konsultasi Anda ke GA Clinic dengan menghubungi nomor telepon di bawah.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: bercak menstruasi, flek di luar haid, flek menstruasi

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • …
  • 13
  • Next Page »

Login Pasien


Links

  • RS Husada Utama
  • RS Lombok Dua Dua
  • RSIA Kendangsari MERR
  • RSIA Kendangsari Surabaya

The Doctor

Dr. Gregorius Agung H, SpOG menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1992 dan Pendidikan Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama pada tahun 2002. Read More »

Peta Lokasi

Contact Us

GA Clinic - Dr. Gregorius Agung H, SpOG
Jl. Menur Pumpungan 167 A
Surabaya, 60118 · Indonesia

phone: (031) 5963706
Whatsapp: 0857-0848-6899
email: gregspog@yahoo.com

Copyright © 2026 · Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG