Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG

Layanan Kehamilan & Kesehatan Wanita Profesional

  • Home
  • Layanan
    • Konsultasi & Kontrasepsi
    • PAP Smear
    • Pemeriksaan Ginekologik
    • Pemeriksaan Kehamilan
    • Screening USG 4D
  • Jadwal Dokter
  • Artikel
    • Kebidanan & Kandungan
    • ObsGyn Update
  • Tentang Kami
    • Fasilitas
  • Login Pasien
  • Daftar Antrian
  • 22 May 2026
You are here: Home / Archives for Dr. Gregorius Agung, SpOG

Bayi Tidak Menangis Saat Baru Lahir?

30 October 2010 by Dr. Gregorius Agung, SpOG

Suatu hal yang unik dan harus diperhatikan bila bayi tidak menangis saat lahir maka dari ibu harus ketahui penyebabnya dan cari tahu penanganan agar bayi saat lahir bisa menangis dan dipastikan benar-benar dalam keadaan sehat.

Apa Penyebabnya?
Dr dr Effek Alamsyah SpA, MPH, dari RSIA Muhammadiyah, Jakarta Selatan dalam hal ini menjelaskan bahwa bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) baik yang cukup bulan (aterm) -utamanya bayi yang kurang bulan (preterm)- kadang-kadang menderita keadaan seperti megap-megap, yakni: pernapasan yang dangkal, tidak teratur, kadang berhenti atau sama sekali tidak ada usaha napas (apnea), dinding dada terlihat tidak mengembang dan tidak menangis.

Bila kondisi bayi baru lahir (BBL) mengalami apnea dan tidak menangis menjadi pertanda bahwa bayi yang baru lahir tersebut tidak bugar dan perlu penanganan awal sehingga tidak berlanjut menjadi apnea berulang atau apnea yang berkepanjangan.

Bagaimana Penanganannya?
Bila bayi baru lahir tidak menangis yang disertai apnea, maka dokter akan melakukan tindakan awal seperti :

  1. Menjaga kehangatan bayi, dengan cara mengeringkan dan menyelimuti tubuh bayi.
  2. Memosisikan kepala bayi dengan benar dan bersihkan jalan napas dari lendir, darah dan air ketuban yang kadang-kadang bercampur mekonium, sehingga jalan napas terbuka dan udara yang mengandung O2 dapat masuk ke paru-paru dengan baik.
  3. Melakukan rangsangan taktil yakni dengan menepuk atau menyentil telapak kaki dan menggosok punggung bayi untuk merangsang pernapasan.

Dilakukan Resusitasi.
Jika bayi tetap tidak menampakkan usaha napas dan tetap tidak menangis, maka harus segera dilakukan upaya Resusitasi Neonatus yakni pemberian Ventilasi Tekanan Positif (VTP) dengan menggunakan alat balon dan sungkup oksigen atau tuba endotrakheal selama 15 detik sambil tetap memonitor dan memeriksa denyut jantung bayi dan warna kulit.

Prosedur selanjutnya, sesuai indikasi ditambah dengan kompresi dada dan pemberian obat-obatan misalnya Ephinefrin. Hal ini sesuai dengan prosedur resusitasi ABCD. A=airway (jalan napas), B=breathing (pernapasan), C=circulation (sirkulasi) dan D=drugs (obat-obatan).

Jika ini tak berhasil, maka penyebabnya harus dicari. Bila perlu dipasang CPAP (Continous Positive Airway Pressure) dan ventilator di ruang intensif.

Penyebab Lain
Beberapa faktor yang menyebabkan bayi baru lahir mengalami kondisi megap-megap, antara lain: akibat dari penyakit yang diderita Moms pada waktu hamil (kondisi maternal), kondisi kesehatan Moms dan janin sebelum lahir (faktor antenatal), pada saat persalinan (faktor intrapartum), serta keadaan beberapa saat setelah bayi lahir (faktor post natal).

Beberapa kondisi Ibu yang dapat memengaruhi janin sehingga lahir tidak bernapas dan tidak menangis antara lain: penyakit Diabetes Mellitus, panggul sempit, perdarahan antepartum, anemia dan penyakit-penyakit infeksi, yang mengakibatkan janin dalam kandungan menderita Retardasi Pertumbuhan dalam Rahim (IUGR), ketuban hijau kental, dan ketuban bercampur mekoneum.

Upaya pencegahan yang bisa ibu lakukan antara lain: mendeteksi dan mengobati penyakit ibu selama hamil, melakukan pemeriksaan antenatal secara teratur, melakukan proses persalinan yang aman dan bersih (clean dan safe), serta penanganan bayi baru lahir sesuai standar pelayanan perinatal.

sumber: kesmas.com

Filed Under: Kebidanan & Kandungan

Kebutuhan Gizi Pada Ibu Hamil

27 September 2010 by Dr. Gregorius Agung, SpOG

Nutrisi dan gizi yang baik sangat dibutuhkan bagi seorang ibu hamil. Karena makanan yang dikonsumsi ibu bukanlah untuk ibu sendiri tetapi di asup pula oleh sang jabang bayi. Sehingga seorang ibu hamil wajib memperhatikan kebutuhan gizinya.

Berikut adalah informasi kebutuhan gizi penting selama masa hamil, serta cara memenuhinya.

KALORI
Pada 3 bulan pertama kehamilan, asupan energi tidak perlu ditingkatkan bila anda mengkonsumsi makanan bergizi. Sedangkan pada 2 trimester akhir, tubuh anda membutuhkan tambahan 300 kalori per hari dibanding sebelum hamil.

PROTEIN
Anda dan bayi anda memerlukan banyak protein sebagai nutrisi penunjang pertumbuhan jaringan. Anda perlu mengkonsumsi 60 gram protein sehari, yaitu 20-36% lebih tinggi dari kebutuhan normal.
Beberapa sumber protein hewani yang bisa dikonsumsi adalah ikan, seafood, unggas, daging sapi, hati, dan telur. Sedangkan untuk sumber protein nabati adalah tahu, tempe, kacang polong, kacang-kacangan, dan serealia. Susu dan produk olahannya, seperti keju dan yogurt, juga merupakan sumber protein yang baik. Anda dapat mempertimbangkan minuman bernutrisi lengkap dan seimbang.

LEMAK
Lemak dapat membantu tubuh untuk menyerap banyak nutrisi. Lemak juga menghasilkan energi, dan menghemat protein untuk dimanfaatkan dalam fungsi-fungsi pertumbuhan.
Namun demikian, dalam keadaan hamil sekalipun anda harus membatasi asupan lemak karena kandungan kalorinya amat tinggi. Jika anda mengkonsumsi makanan berlemak terlalu banyak, berat badan anda akan cepat sekali naik.
Makanan yang tinggi lemak antara lain daging berlemak, susu, keju, mentega, margarin, dan minyak. Dengan menkonsumsi beberapa diantaranya, anda akan memperoleh cukup energi dari lemak.

DHA
Selama masa kehamilan, asam lemak dokosaheksaenoat (DHA) sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Bayi dalam kandungan anda bergantung pada kecukupan asupan DHA anda. Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi DHA dari ibu dapat meningkatkan status DHA bayi. Para ahli menganjurkan agar wanita hamil mengkonsumsi 300 mg DHA per hari.

KARBOHIDRAT DAN SERAT
Karbohidrat dan serat adalah salah satu sumber energi penting. Bahan makanan sumber karbohidrat antara lain nasi, roti, sereal, gandum, dan pasta.

Agar kebutuhan energi anda terpenuhi, makanlah 3 porsi karbohidrat/serat makanan setiap hari (Seiris roti sama dengan satu porsi karbohidrat/serat makanan). Pilihlah makanan yang diperkaya dan terbuat dari padi-padian, misalnya havermut, rye (sejenis gandum), dan gandum. Makanan dari padi-padian lebih kaya gizi dan serat dibanding produk olahannya.

Serat sangat penting, terutama bagi wanita hamil yang sering mengalami konstipasi. Makanan berserat tinggi seperti misalnya padi-padian, buah segar, dan sayuran segar bisa mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi) tersebut.

VITAMIN DAN MINERAL
Seorang wanita hamil memiliki kebutuhan vitamin dan mineral lebih tinggi dari biasanya. Buah-buahan dan sayuran memberikan berbagai vitamin dan mineral lebih banyak dibanding makanan lain.

Setiap hari, anda harus mengkonsumsi buah jeruk dan sayuran berwarna hijau atau kuning dalam porsi yang besar. Buah dan sayuran lain yang juga penting untuk dikonsumsi adalah apel, pir, anggur, pisang, nanas, beri, jambu, mangga, pepaya, kurma, melon, wortel, bit, tomat, dan kembang kol.

Konsumsi buah dan sayuran segar lebih disarankan dibanding buah/sayuran kaleng, karena jumlah gizinya yang lebih banyak serta tidak mengandung tambahan gula, garam dan lemak.

Vitamin B2 (Riboflavin).
Manfaat : Membantu melepas energi dari proterin serta membantu memenuhi kebutuhan protein yang meningkat selama hamil. Jenis makanan : telur dan keju cheddar.

Vitamin B 12.
Manfaat :
1) Menjaga kerja sel-sel sumsum tulang belakang, sistem saraf dan saluran penceranan. Dengan demikian berbagai sel tubuh janin yang telah terbentuk berfungsi normal.
2) Membantu kelancaran pembentukan sel darah merah.
Jenis makanan : produk olahan kacang kedelai tahu dan tempe, susu dan produk lainnya.

Vitamin C.
Manfaat :
1) Membantu penyerapan zat besi kacang-kacangan, buah serta sayuran.
2) Meningkatkan penyerapan asam folat, mengurangi risiko pre-eklampsia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Jenis makanan : jeruk, kiwi, blimbing, paprika.

Vitamin D.
Manfaat :
1) Memperbaiki penyerapan kalsium (Ca) dan membantu keseimbangan mineral dalam darah.
2) Untuk pembentukan tulang dan gigi.
Jenis makanan : Ikan salmon, ikan hering dan susu.

ASAM FOLAT
Asam folat sangat penting bagi kesehatan pertumbuhan bayi. Asupan asam folat yang cukup sebelum pembuahan dan beberapa minggu awal kehamilan dapat membantu mencegah cacat lahir saluran syaraf (NTD). Salah satu jenis vitamin B ini berperan dalam proses pembentukan sistem saraf pusat, termasuk otak.

Kacang kedelai (tempe, tahu), hati sapi, serelia yang sudah difortifikasi asam folat, sayuran berwarna hijau tua, jeruk, apel. Buah dan sayuran, termasuk jus jeruk dan daun sayuran warna hijau, serta padi-padian adalah sumber asam folat yang baik.

Anda harus mengkonsumsi setidaknya 600 mcg asam folat setiap hari. Para ahli kesehatan menganjurkan wanita hamil untuk mengkonsumsi suplemen vitamin yang mengandung 600 mcg asam folat sehari daripada bergantung pada makanan yang mengandung asam folat.

ZAT BESI
Pada masa hamil, volume darah meningkat seiring dengan kebutuhan zat besi anda. Zat besi adalah komponen utama hemoglobin, yaitu bagian darah yang mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh anda dan bayi.

Suplementasi zat besi semasa hamil terbukti membantu mencegah defisiensi zat besi. Kekurangan zat besi dapat mempertinggi resiko komplikasi disaat persalinan dan resiko melahirkan bayi berat lahir rendah dan prematur.

Makanan-makanan yang kaya zat besi antara lain, daging sapi, hati, kacang polong dan padi-padian.

Para ahli di Amerika Serikat (AS) menganjurkan agar wanita hamil mengkonsumsi 27 mg zat besi setiap hari, yaitu 50% diatas kebutuhan normal. Sebagian besar ahli kesehatan menganjurkan konsumsi suplemen yang memberikan 30 mg zat besi per hari karena mineral ini sukar sekali terpenuhi melalui makanan.

SENG
Seng sangat penting bagi kesehatan anda dan bayi. Defisiensi seng bisa menimbulkan komplikasi pada saat hamil dan melahirkan. Kadar seng rendah pada bayi telah dihubungkan dengan NTD dan berat lahir rendah.

Sumber seng yang baik adalah seafood, hati, dan daging.

Di AS, angka kecukupan gizi harian seng semasa hamil adalah 11 mg. Jumlah ini 38% lebih tinggi dari kebutuhan normal. Banyak wanita merasa lebih mudah memenuhi kebutuhan mereka dengan cara mengkonsumsi suplemen yang diperkaya seng.

Cairan
Cairan diperlukan untuk meningkatkan volume darah dan air ketubah. Minum setidaknya 6 hingga 8 gelas setiap harinya. Mengurangi asupan cairan tidak akan mengurangi bengkak yang Anda alami. Akan tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Konsumsi cairan yang terbaik adalah air putih, selain itu Anda juga dapat mengkonsumsi sup, jus, dan teh.

Garam
Garam dapat membantu mengatur air dalam darah. Kebutuhan tubuh akan garam sedikit, sekitar 2000 hingga 8000 mg per hari. Beberapa ibu yang terkena darah tinggi atau preeklamsia bahkan tidak memerlukan tambahan akan konsumsi garam.

sumber: http://www.kesmas.com/

Filed Under: Kebidanan & Kandungan

Tips Memperbanyak ASI

27 August 2010 by Dr. Gregorius Agung, SpOG

1. Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI.
Jika anak belum mau menyusu krn masih kenyang, perahlah / pompalah ASI. Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on demand sama spt prinsip pabrik. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg diproduksi.

2. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui.
Bahasan ini masih terkait dg point di atas. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar.

3. Yg tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAKS.
KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran “duh ASI peras saya cukup gak ya?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun. Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya peran besar sang ayah. Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar. Mendukung bisa dg berbagai cara mulai dari menyemangati istri hingga hal2 lain spt menyendawakan bayi setelah menyusu, menggendong bayi utk disusukan ke ibunya, dsbnya.

4. Hindari pemberian susu formula.
Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atautakut anak gak kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi.

5. Hindari penggunaan DOT, empeng, dkknya
Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami BINGUNG PUTING (nipple confusion). Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bag. gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dsbnya.

6. Datangi klinik laktasi.
Jangan ragu u.ntuk menghubungi atau konsultasi dg klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap optima.

7. Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi.

8. Lakukan perawatan payudara.
Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin bergantian.

sumber : http://lsoraya.multiply.com/journal/item/20/Tips-tips_agar_ASI_lancar_banyak
Dirangkum dari berbagai sumber (AAP, La leche league, breastfeeding.com, WHO, dsb) dan ditulis oleh Luluk Lely Soraya I

Filed Under: Kebidanan & Kandungan

Water Birth Kurangi Rasa Sakit

18 August 2010 by Dr. Gregorius Agung, SpOG

Kehamilan merupakan sesuatu yang ditunggu dan menggembirakan bagi seorang wanita, meski proses melahirkan seakan jadi momok bagi setiap ibu yang hamil. Rasa sakit dan nyeri saat melahirkan sudah menjadi kodrat wanita. Tak jarang, kekhawatiran akan lamanya proses kelahiran dan rasa sakit, sering menghantui pikiran calon ibu sehingga jalan pintas diambil melalui proses cesar. Akan tetapi hampir setiap ibu menginginkan proses kelahiran berjalan normal.

Di era modern ini, ada banyak cara yang ditawarkan kepada seorang ibu yang hendak melahirkan, antara lain metode water birth. Dr I Nyoman Hariyasa Sanjaya, SpOG, dokter spesialis kandungan di RSB Harapan Bunda Denpasar mengatakan, metode persalinan water birth diyakini sebagai cara melahirkan dengan mengurangi tingkat kesakitan. Proses melahirkan dengan metode ini sangat sederhana dan tidak jauh beda dengan persalinan normal di atas tempat tidur. Perbedaan terletak pada media yang memakai kolam air (bath up) berdiameter 1,5-2 m berisi air hangat dengan 34-37 C atau kurang lebih sama dengan suhu di dalam rahim. Hal itu membantu seorang ibu mengurangi rasa sakit selama kontraksi, sekaligus mempermudah proses persalinan.

“Air hangat membuat kulit vagina menjadi elastis sehingga proses kelahiran lebih mudah dan relatif lebih cepat serta mengurangi rasa sakit 40-60% dari persalinan biasa.Air akan mengankat tubuh ibu, sehingga mengurangi nyeri jika dibanding persalinan di atas tempat tidur. Suhu air hangat membuat sirkulasi pembuluh darah lebih baik sehingga kontraksi lebih mudah dan mulut rahim menjadi lembek dan mudah dibuka. Bahkan untuk beberapa kasus, mulut rahim tidak perlu dijahit lagi karena tidak robek,” ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.Proses persalinan water birth memakan waktu 1,5 hingga 2 jam seperti layaknya persalinan di ranjang dan ibu berada di dalam kolam ketika masuk pembukaan 8. Air yang digunakan telah disteriliskan dengan ultraviolet sehingga aman bagi bayi. “Bayi tidak akan tersedak air karena mereka baru bernafas setelah diangkat dari air dan diusahakan bayi diangkat secepatnya dari air setelah dilahirkan kurang lebih 8-10 detik,” tambahnya.

Mengenai resiko melahirkan di air hampir sama dengan melahirkan normal. Selain itu, ibu yang ingin melakukan water birth, dianjurkan untuk mempersiapkan persalinannya dengan mengikuti senam hamil sebelumnya untuk latihan pernafasan dan kelenturan otot-otot dasar panggul agar memudahkan melahirkan bayi.

Keuntungan melahirkan di air, sang ibu merasa rileks dan nyaman, mengurangi rasa sakit, lebih bebas bergerak dan pindah posisi serta mengurangi robekan perineum (daerah antara vagina sampai anus) sehingga tidak perlu dilakukan episiotomi (pengguntingan perineum).
Keuntungan bagi bayi, memberikan proses adaptasi sebelum melakukan pernafasan dan dengan ibunya rileks maka aliran darah ke ari-ari akan lebih baik sehingga aliran oksigen ke janin akan baik.

Oleh Heni Kurniawati (wartawati Koran Pak OLES)

Filed Under: Kebidanan & Kandungan

Risiko Persalinan Prematur Dipengaruhi Oleh Berat Badan Ibu Prakehamilan Dan Perubahan Berat Badan Selama Hamil

2 August 2010 by Dr. Gregorius Agung, SpOG 1 Comment

Tim peneliti Boston University School of Medicine’s (BUSM) Slone Epidemiology Center dan Boston University School of Public Health (BUSPH), menemukan bahwa obesitas prakehamilan dan kenaikan berat badan selama hamil akan meningkatkan risiko persalinan prematur pada etnik Afrika Amerika.

Bayi yang dilahirkan dengan kehamilan kurang dari 37 minggu dianggap prematur, dan hal ini lebih sering terjadi pada perempuan kulit hitam dibanding kulit putih, dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas bayi di Amerika Serikat. Dikatakan bahwa obesitas berhubungan dengan infeksiintrauterus,inflamasisistemik, dislipidemia, dan hiperinsulinemia, yangsemuanyadapat meningkatkan risiko prematuritas.

Untuk meneliti hubungan persalinan prematur dengan obesitas pra kehamilan dan kenaikan berat badan selama hamil, para peneliti menggunakan data Slone Epidemiology Center’s Black Women’s Health Study. Mereka membandingkan 1.114 ibu yang melahirkan bayinya lebih awal 3 minggu atau lebih, dengan 7.840 ibu yang bayinya lahir secara aterm. Para peneliti membedakan 2 jenis persalinan prematur, yaitu persalinan yang dilakukan atasdasar medik dan persalinan akibat sebab yang tidak diketahui (spontan).

Para peneliti menemukan bahwa obesitas meningkatkan risiko persalinan prematur dengan alasan medik dan persalinan prematur v spontan sangatdini (kehamilan < 32 minggu). Sedangkan berat badan kurang akan meningkatkan risiko kedua jenis kelahiran prematur tersebut. Di antara perempuan obes, kenaikan berat badan selama hamil yang masih berada dalam kisaran anjuran IOM (Institute of Medicine) tahun 2009 (0,4 – 0,6 Ibs/minggu pada trimester kedua dan ketiga) secara optimal menurunkan risiko persalinan prematur.

Profesor Lauren A. Wise yang memimpin studi ini menyatakan bahwa hasil studi ini sangat penting bagi perempuan obes untuk mengikuti panduan IOM dalam kenaikan berat badan selama hamil, guna menurunkan risiko terjadinya persalinan prematur.

(Epidemiology 2010; 21: 243 – 252).

Filed Under: ObsGyn Update

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • …
  • 13
  • Next Page »

Login Pasien


Links

  • RS Husada Utama
  • RS Lombok Dua Dua
  • RSIA Kendangsari MERR
  • RSIA Kendangsari Surabaya

The Doctor

Dr. Gregorius Agung H, SpOG menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1992 dan Pendidikan Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama pada tahun 2002. Read More »

Peta Lokasi

Contact Us

GA Clinic - Dr. Gregorius Agung H, SpOG
Jl. Menur Pumpungan 167 A
Surabaya, 60118 · Indonesia

phone: (031) 5963706
Whatsapp: 0857-0848-6899
email: gregspog@yahoo.com

Copyright © 2026 · Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG