Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG

Layanan Kehamilan & Kesehatan Wanita Profesional

  • Home
  • Layanan
    • Konsultasi & Kontrasepsi
    • PAP Smear
    • Pemeriksaan Ginekologik
    • Pemeriksaan Kehamilan
    • Screening USG 4D
  • Jadwal Dokter
  • Artikel
    • Kebidanan & Kandungan
    • ObsGyn Update
  • Tentang Kami
    • Fasilitas
  • Login Pasien
  • Daftar Antrian
  • 22 May 2026
You are here: Home / Archives for Dr. Gregorius Agung, SpOG

Kehamilan Beresiko Tinggi, Apa dan Bagaimana Menanganinya?

30 October 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Masa-masa kehamilan merupakan salah salah satu moment terpenting dalam proses menjadi ibu yang baik serta pada masa itu terjadi suatu hubungan yang sangat intensif antara ibu dan calon bayinya.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa ibu yang sedang hamil juga memiliki berbagai resiko yang mampu mengjilangkan nyawa ibu itu sediri. Dalam hal ini disebut dengan ibu hamil resiko tinggi.

Ibu hamil resiko tinggi merupakan suatu masa dimana ibu tersebut dapat mengalami beragai resiko ketika hamil yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dari berbagai faktor yang seringkali menjadi suatu penyebab utama resiko tinggi antara lain:

1. Penyakit ibu

Gangguan darah.
Jika Anda memiliki kelainan darah, seperti penyakit sel sabit atau thalassemia, kehamilan justru bisa memperburuk kondisi Anda. Gangguan darah juga bisa meningkatkan risiko bayi selama kehamilan atau pun setelah melahirkan untuk mengalami hal yang sama dengan Anda.

Penyakit ginjal kronis.
Pada umumnya kehamilan itu sendiri bisa memberi tekanan besar pada ginjal Anda. Namun kondisi ini bisa meningkatkan risiko keguguran karena menyebabkan tekanan darah tinggi dan preeklampsia, sehingga kemungkinan Anda untuk melahirkan bayi lebih awal semakin besar.

Depresi.
Depresi yang tidak diobati atau beberapa obat yang digunakan untuk mengobati depresi memiliki risiko pada kesehatan dan keselamatan bayi Anda. Jika Anda memang sedang mengonsumsi antidepresan dan baru tahu Anda hamil, jangan menghentikannya secara tiba-tiba, segera konsultasikan hal ini pada dokter.

Tekanan darah tinggi.
Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan janin Anda tumbuh lambat dan meningkatkan risiko Anda untuk melahirkan prematur. Komplikasi lain yang terkait dengan tekanan darah tinggi adalah preeklampsia dan abrupsio plasenta, suatu kondisi serius di mana plasenta terpisah sebagian dari rahim sebelum bayi lahir.

HIV atau AIDS.
Jika Anda memiliki HIV atau AIDS, bayi Anda kemungkinan besar bisa terinfeksi sebelum kelahiran, saat persalinan, atau saat Anda menyusui. Namun, pengobatan bisa mengurangi risiko ini.

Lupus.
Lupus dan penyakit autoimun lainnya dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, preeklampsia, dan bayi berat lahir sangat rendah. Kehamilan juga bisa memperparah kondisi ini.
Kegemukan. Memiliki indeks massa tubuh berlebihan sebelum kehamilan membuat Anda berisiko lebih besar untuk terkena diabetes gestasional, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi selama kehamilan. Saat melahirkan, Anda mungkin hanya bisa menjalani persalinan sesar.

Penyakit tiroid.
Gangguan tiroid baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme dapat meningkatkan masalah keguguran, preeklampsia, berat badan lahir rendah, dan melahirkan prematur.

Diabetes.
Diabetes yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko cacat lahir, tekanan darah tinggi, melahirkan bayi prematur, dan bayi juga berisiko lahir dengan berat berlebih (makrosomia). Hal ini juga bisa meningkatkan risiko masalah pernapasan, kadar glukosa rendah, dan ikterus.

2. Gaya hidup penyebab kehamilan risiko tinggi

Kehamilan risiko tinggi tidak hanya disebabkan oleh penyakit yang dimiliki ibu sebelum kehamilan, tapi juga bisa disebabkan karena gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, dan penyalahgunaan obat. Hal-hal ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir mati, prematur, berat badan lahir rendah, dan cacat lahir.

3. Komplikasi kehamilan

Ibu yang dinyatakan sehat sebelum hamil (tanpa kondisi medis yang mendasarinya) juga berisiko memiliki kehamilan risiko tinggi.

Masalah kehamilan yang bisa terjadi dan meningkatkan risiko kehamilan Anda adalah sebagai berikut:

Cacat lahir.
Cacat lahir sebenarnya bisa dideteksi melalui USG atau pengujian genetik sebelum kelahiran. Jika cacat lahir pada janin sudah didiagnosis, maka Anda harus mendapatkan perhatian dan perawatan ekstra dari para tenaga medis.

Diabetes gestasional.
Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan. Diabetes gestasional yang tidak segera mendapatkan penanganan membuat Anda memiliki risiko melahirkan prematur, tekanan darah tinggi, dan preeklampsia. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganannya lebih lanjut.

Perkembangan janin lambat.
Perkembangan janin biasanya akan selalu masuk ke dalam pemeriksaan penting setiap kali Anda berkunjung ke dokter kandungan. Dalam beberapa kasus, jika janin tidak berkembang sebagaimana mestinya, Anda memerlukan pengawasan ekstra dari tenaga medis hal ini meningkatkan kehamilan risiko tinggi dengan melahirkan secara prematur.

Hamil kembar.
Kehamilan kembar termasuk berisiko tinggi karena bisa meningkatkan risiko Anda untuk melahirkan secara prematur. Kehamilan kembar juga sangat memengaruhi kondisi fisik Anda.

Preeklampsia.
Kondisi serius ini biasa terjadi saat kehamilan trimester kedua, Anda akan mengalami tekanan darah tinggi. Preeklampsia bisa memengaruhi perkembangan janin dan kesehatan Anda. Gangguan kehamilan ini juga meningkatkan kelahiran prematur.

Apa yang harus dilakukan ketika Anda memiliki kehamilan risiko tinggi?

1. Periksakan diri secara rutin, terutama di masa-masa awal kehamilan
Minggu-minggu pertama adalah masa penting pertumbuhan awal bayi. Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilan mereka untuk mendeteksi dan menangani kemungkinan kelainan pada bayi. Dengan pemeriksaan rutin, dokter juga dapat memberikan penanganan dini jika Anda berisiko atau terdeteksi mengalami diabetes gestasional dan preeklampsia.

2. Konsumsi vitamin hamil
Mengonsumsi vitamin asam folat setidaknya 400 mikrogram per hari sebelum dan selama 3 bulan pertama kehamilan dapat membantu mencegah cacat tubuh pada bayi, terutama saraf tulang belakang dan otak. Beberapa vitamin pra-kehamilan mengandung 800-1000 mikrogram asam folat yang masih tergolong aman. Namun sebaiknya hindari mengonsumsi lebih dari 1000 mikrogram asam folat.

3. Jaga berat badan agar tetap normal
Kehamilan identik dengan pertambahan berat badan. Tapi usakahan jangan sampai melebihi 11-15 kilogram. Terlalu sedikit berat badan yang bertambah juga termasuk ke dalam kategori kehamilan risiko tinggi karena risiko kelahiran prematurnya tinggi. Sebaliknya, berat badan yang berlebihan selama hamil membuat ibu berisiko mengalami diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi.

Anda dapat menjaga berat badan tetap normal dengan cara:

Menerapkan pola makan sehat berimbang. Pilih sayuran dan buah segar, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak. Konsumsi juga makanan sumber kalsium dan asam folat untuk perkembangan bayi. Sebagai panduan, Anda dapat membaca selengkapnya tentang makanan sehat untuk ibu hamil.

Berolahraga secara teratur. Berolahraga teratur atau bergerak aktif tiap hari dapat meredakan stres dan menguatkan tubuh ibu hamil. Tanyakan mengenai kesehatan dan jenis olahraga yang akan dilakukan kepada dokter jika Anda mengidap kondisi tertentu, seperti diabetes.

4. Menghentikan kebiasaan yang membahayakan janin
Merokok, mengonsumsi minuman keras, serta terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dapat meningkatkan risiko kelainan mental dan fisik pada bayi dalam kandungan. Dengan menghindari ketiganya, Anda dapat memperkecil risiko praeklamsia dan risiko melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. Kondisi-kondisi ini umum dialami oleh wanita yang melahirkan di atas usia 35 tahun.

5. Deteksi kelainan kromosom pada bayi
Pelajari dan jika perlu ambil tes-tes untuk mendeteksi kemungkinan kelainan kromosom pada bayi dalam kandungan.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: hamil resiko tinggi, high risk pregnancy, kehamilan beresiko tinggi

9 Cara Mengurangi Resiko Keguguran

18 October 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Kecuali kehamilannya tak diinginkan, rasanya tak ada seorang ibu hamil pun di dunia ini yang ingin mengalami keguguran. Tak perlu bersedih hati berkepanjangan jika Anda pernah mengalaminya. Walaupun dalam banyak kasus keguguran disebabkan oleh abnormalitas genetik yang tidak dapat dicegah, tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko keguguran dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan kehamilan dan persalinan yang sehat. Berikut adalah sembilan hal yang menurut saya paling penting.

1. Jaga berat badan
“Makan untuk berdua” sering kali menjadi alasan ibu hamil untuk makan lebih banyak daripada biasanya. Tidak apa-apa sih asal tak berlebihan. Jagalah jangan sampai berat badan Anda naik terlalu drastis.

Ibu hamil dengan berat badan berlebih sangat bersiko mengalami keguguran. Bahkan jika bayi berhasil lahir sekalipun, ia menghadapi risiko kematian di usia dini akibat penyakit jantung bawaan.

2. Hindari stress
Stres biasa dialami oleh wanita yang hamil untuk pertama kalinya, atau oleh ibu hamil yang kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitarnya.

Stres memang tidak akan serta merta menyebabkan keguguran. Hanya saja seorang ibu hamil yang stres cenderung kurang memperhatikan apa yang dimakannya, terlibat gaya hidup yang tidak sehat, dll. yang pada akhirnya membahayakan keselamatan janin.

3. Jangan mengkonsumsi obat terlarang
Obat penenang atau benzodiazepin seringkali diresepkan untuk mengatasi insomnia dan depresi. Namun, obat-obatan jenis inilah yang menjadi penyebab seleb legendaris Michael Jackson dan Whitney Houston meregang nyawa. Bayangkan jika obat semacam ini dikonsumsi oleh ibu hamil.

4. Mengkonsumsi asam folat
Asam folat berfungsi untuk menumbuhkan sel-sel baru dalam tubuh. Jumlah asupan asam folat yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah sekitar 400 mikrogram per hari.

Anda bisa mendapatkan asam folat dengan mengkonsumsi brokoli, bayam, asparagus, kacang-kacangan, hati hewan, atau suplemen asam folat (folic acid).

5. Hindari asap rokok dan alcohol
Merokok atau terpapar asap rokok saat hamil bukan hanya mengakibatkan bayi lahir dengan cacat tubuh atau penyakit paru-paru, namun juga mengakibatkan keguguran. Apalagi jika ditambah dengan mengkonsumsi alkohol.

6. Berolahraga secara teratur
Berolahraga ringan namun rutin baik bagi ibu hamil. Olahraga bukan hanya akan memperkuat rahim sehingga mencegah keguguran, namun juga baik untuk mempersiapkan fisik Anda menghadapi persalinan.

7. Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat
Ibu hamil sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik yang berat dan tidak boleh mengangkat beban yang berat. Karena pada saat ibu hamil mengangkat beban berat, otot perut akan ikut bekerja, dapat menyebabkan resiko janin bisa terlepas dari dinding rahim ibu, akibat dari otot dinding rahim yang mengalami peregangan. Jadi hindari aktivitas mengangkat beban yang berat-berat selama masa kehamilan.

8. Makan makanan bergizi
Berdasarkan penelitian Badan Kesehatan Litbang di tahun 2010, angka keguguran di Indonesia mencapai 4% setiap tahunnya. Dan sebagian besar dialami oleh para ibu dengan kondisi sosial ekonomi rendah yang kurang mampu membeli makanan bergizi.

9. Memperbarui imunisasi
Beberapa penyakit tertentu dapat memperbesar risiko terjadinya keguguran. Segera konsultasikan ke dokter atau lakukan tes darah seandainya Anda pernah melewatkan satu jenis imunisasi di masa kanak-kanak. Idealnya Anda melakukan vaksinasi terlebih dahulu sebelum atau pada saat merencanakan kehamilan.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: mencegah keguguran, mengurangi keguguran

6 Alasan Penting Anda Harus Mengunjungi Dokter Kandungan

15 October 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Bayangan mengunjungi seorang dokter kandungan, terutama untuk pertama kalinya, bagi beberapa wanita mungkin terasa sedikit tidak nyaman karena dokter dapat melihat bagian paling pribadi dari tubuh Anda, atau karena Anda enggan untuk membahas isu-isu intim. Dan karena rasa takut inilah akhirnya membuat mereka tidak pergi ke dokter sama sekali.

Idealnya Anda harus memeriksakan diri ke dokter kandungan setiap tahun sekali untuk memeriksakan organ reproduksi wanita dan melakukan deteksi dini jika ada kelainan yang terjadi dan melakukan terapi yang diperlukan. Dari mammogram hingga pap smear, pemeriksaan tahunan ke dokter kandungan dapat mencegah penyakit yang bisa mengancam nyawa Anda. Berikut adalah 6 alasan mengapa Anda perlu melakukan kunjungan ke dokter kandungan:

1. Berkaitan Dengan Kehamilan
Baik Anda sedang hamil atau sedang merencanakannya, mengunjungi dokter kandungan akan memberi Anda informasi medis yang berharga saat Anda bergerak maju dalam kehamilan. Dokter kandungan dapat menilai kebutuhan Anda terkait gizi dan suplemen yang diperlukan, selain itu juga bisa membantu Anda mempertimbangkan faktor risiko apa pun yang dapat memengaruhi kehamilan Anda.

2. Siklus menstruasi yang tidak teratur
Siklus menstruasi Anda menggambarkan kesehatan reproduksi Anda. Jika siklus menstruasi Anda berhenti atau tidak teratur kemungkinan disebabkan oleh masalah kesehatan Anda. Saat Anda membiarkan hal ini terjadi, kemungkinan besar Anda akan mengalami masalah reproduksi di kemudian hari. Untuk itu penting untuk Anda mengunjungi dokter kandungan saat hal ini terjadi.

3. Pemeriksaan payudara
Setiap wanita memiliki resiko terkena kanker payudara karena memang tidak ada situasi khusus yang menyebabkan timbulnya penyakit ini. Deteksi dini dan pengobatan dini merupakan langkah terbaik yang harus dilakukan untuk mengalahkan penyakit ini. Kunjungan rutin ke dokter kandungan dapat Anda lakukan untuk memastikan tidak ada pertumbuhan abnormal atau benjolan di payudara Anda.

4. Munculnya keputihan yang tidak normal
Keputihan merupakan fenomena normal yang harus dihadapi wanita. Keputihan ini dianggap normal saat berwarna putih, tidak kental dan tidak berbau. Tetapi saat Anda menyadari adanya perubahan pada keputihan Anda misalnya berubah warna menjadi kuning atau kehijauan, berbau, Anda harus segera mengunjungi dokter kandungan karena keputihan abnormal tersebut mungkin saja tanda infeksi vagina

5. Program KB
Saat Anda sudah aktif secara seksual maka Anda harus segera berkunjung ke dokter kandungan untuk berdiskusi tentang penggunaan alat KB yang cocok untuk Anda, terlebih jika Anda memang tidak ingin segera hamil. Tidak hanya untuk mencegah kehamilan tetapi juga agar aman dari penyakit menular seksual.

6. Test paps smear
Tes paps smear sangat penting Anda lakukan untuk memastikan organ kewanitaan Anda dalam kondisi sehat. idealnya setiap wanita yang berusia 21 tahun keatas harus melakukan tes paps smear minimal tiga sampai lima tahun sekali untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kanker muncul.

 

 

Selain 6 hal diatas, masih ada banyak alasan untuk mengunjungi dokter kandungan. Meskipun Anda mungkin merasa takut atau tidak nyaman, Anda sebaiknya tidak khawatir karena salah satu tugas seorang dokter untuk membuat Anda merasa nyaman membicarakan hal-hal yang selama ini dianggap tabu. Segera jadwalkan kunjungan Anda ke GA Clinic dengan menghubungi nomer dibawah ini.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: alasan mengunjungi dokter kandungan, dokter kandungan, klinik kandungan

Pentingnya Asam Folat Untuk Ibu Hamil Atau Yang Berencana Hamil

5 October 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Saat wanita sedang hamil atau merencanakan kehamilan, sangat penting untuk mendapatkan nutrisi asam folat. Nutrisi ini dibutuhkan selama dan menjelang kehamilan dalam jumlah yang cukup. Selain mengonsumsi asam folat, ibu hamil juga harus mempertahankan pola makan yang sehat dan seimbang secara teratur.

Asam folat atau folic acid adalah bentuk vitamin B kompleks yang larut dalam air. Zat ini diperlukan dalam pembangunan tubuh karena bersifat multifungsi, mulai dari memproduksi DNA hingga membentuk sel darah merah. Asam folat berperan penting dalam memelihara kesehatan ibu hamil dan bayi. Asam folat tidak dapat diproduksi tubuh sehingga harus didapatkan dari suplemen maupun makanan dengan kandungan asam folat tinggi.

Di bawah ini adalah beberapa alasan penting mengapa ibu hamil perlu mendapat asupan asam folat yang cukup.

1. Mencegah cacat tabung saraf

Sebuah penelitian menunjukkan satu dari seribu bayi lahir dengan cacat tabung saraf, penyebabnya karena tidak mendapat cukup asam folat. Asam folat akan membantu perkembangan saraf janin. Nantinya tabung saraf janin ini akan tumbuh menjadi otak dan sumsum tulang belakang bayi.

2. Penghasil sel darah merah

Asam folat dapat meningkatkan produksi sel darah merah di dalam tubuh Anda. Peran asam folat menjadi penting juga untuk mencegah keluhan anemia, sebab asam folat akan memastikan jumlah sel darah merah dalam tubuh normal bahkan saat Anda mendapat asupan lain yang mengandung zat besi.

3. Melindungi bayi dari komplikasi

Asam folat mengurangi risiko bibir sumbing, dan kelahiran prematur, menjaga pertumbuhan bayi serta masalah berat badan lahir rendah.

4. Menjaga kesehatan ibu hamil

Asupan asam folat yang cukup setiap harinya, diketahui dapat mencegah preeklamsia, stroke, jantung, kanker, dan alzheimer.

5. Produksi DNA

Asam folat juga dibutuhkan tubuh ibu hamil untuk memproduksi dan memperbaiki fungsi DNA. Bahkan, asam folat juga berperan dalam pertumbuhan plasenta bayi dalam rahim.

Berapakah Jumlah Asupan Asam Folat yang Dianjurkan?

Meskipun asam folat sangat dibutuhkan keberadaannya oleh tubuh,akan tetapi tetap saja jumlahnya harus diperhatikan. Berikut adalah jumlah asupan asam folat yang dianjurkan oleh para ahli.

– 400 mcg per hari dianjurkan bagi wanita yang sedang berusahauntuk hamil
– 400 mcg per hari dianjurkan selama tiga bulan pertama kehamilan
– 600 mcg per hari dianjurkan dari bulan keempat untuk bulan kesembilan kehamilan
– 500 mcg per hari dianjurkan selama masa menyusui

Untuk mendapatkan asam folat, selain dari vitamin yang bisa di dapatkan di dokter kandungan,  Anda juga bisa mengonsumsi sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan salmon, hati sapi, daging unggas, serta susu, dan produk olahannya.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: asam folat, asam folat kehamilan, folic acid, kebutuhan asam folat

12 Mitos Dan Fakta Seputar Kehamilan dan Persalinan

5 October 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Mitos tentang kehamilan telah beredar di masyarakat dan kerap dipercaya sebagai sesuatu yang bisa dijadikan patokan di dalam rutinitas. Bahkan sebagian besar dari mitos tersebut sudah bersifat turun-temurun sehingga banyak ibu hamil yang terlanjur menerapkannya. Padahal, mitos seputar kehamilan tersebut seringkali seringkali tidak benar dan membuat ibu hamil merasa khawatir berlebihan. Nah, agar tidak salah kaprah berikut ini beberapa mitos dan fakta yang perlu Anda ketahui.

Mitos #1: Anda harus makan dengan porsi untuk dua orang selama kehamilan
SALAH. Seorang wanita hamil hanya perlu menambahkan porsi kalori ekstra untuk mendukung bayi dan tidak memiliki makanan yang dibuat untuk dua orang. Jumlah kalori yang tepat tergantung pada berat badan, tinggi badan, tingkat aktivitas para wanita, serta trimester kehamilan. Rata-rata, wanita perlu mengonsumsi sekitar 300 kalori tambahan selama kehamilan.

Mitos #2: Ibu hamil tidak boleh mandi air panas saat kehamilan
BETUL. Selama masa kehamilan Anda sebaiknya menghindari sauna, jacuzzi, atau sejenisnya yang menyebabkan temperatur tubuh Anda meningkat sampai 38/ 39 derajad Celcius. Panas yang menyengat dan konstan dari sauna dan sejenisnya dapat mengurangi cairan tubuh dan tekanan darah Anda, akibatnya Anda jadi mudah pingsan dan sakit kepala yang dapat mengganggu aliran darah pada janin.

Mitos #3: Ibu hamil tidak boleh naik pesawat selama masa kehamilan
SALAH. Naik pesawat saat Anda hamil boleh kok selama kehamilan Anda normal, tidak ada komplikasi dan yang paling penting diijinkan oleh dokter Anda. Beberapa perusahaan penerbangan memang tidak mengizinkan Anda untuk terbang pada trimester terakhir kehamilan, tetapi hal ini karena mereka mengantisipasi kemungkinan Anda melahirkan di pesawat.

Mitos #4: Minyak kelapa dapat mencegah stretch marks
SALAH. Pada kenyataannya minyak kelapa malah membuat kulit Anda lebih sensitif, dan pada beberapa Anda bisa mengakibatkan alergi.

Mitos #5: Jauhi kucing selama hamil
SALAH. Memegang dan membelai kucing masih boleh kok, Anda. Yang dilarang itu mencuci atau mengganti box tempat tinggal kucing kesayangan karena risiko toxoplasmosis yang ada di kotoran kucing. Tetapi, ya Anda, bukankah lebih asyik melakukan hobi yang Anda sukai ketimbang membersihkan rumah kucing?

Mitos #6: Ibu hamil tidak boleh berhubungan seks selama kehamilan
SALAH. Seks tidak menyebabkan keguguran atau bahkan menyebabkan persalinan dini. Benar-benar aman untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda selama kehamilan asalkan dilakukan dalam posisi yang tidak memberikan banyak tekanan pada perut. Bayi berada dalam kantung ketuban yang membuatnya terlindungi dengan baik. Selain itu, leher rahim juga memiliki sumbatan lendir untuk membantu menjaga bayi melawan infeksi.

Mitos #7: Mewarnai rambut dapat mengakibatkan bayi cacat
SALAH. Zat pewarna/ zat kimia yang terserap kulit kepala sangat sedikit, jadi kemungkinan obat tersebut sampai ke janin juga akan jauh lebih sedikit lagi. Sehingga mewarnai atau bahkan mengkriting rambut sebenarnya aman-aman saja dilakukan saat hamil.

Mitos #8: Ibu hamil tidak boleh menyentuh jempol
SALAH. Apa salah jempol sehingga tidak boleh Anda sentuh? Lain halnya bila Anda memiliki suatu kondisi medikal khusus yang menyebabkan dokter melarang Anda melakukan hal itu. Sepanjang masa kehamilan Anda tidak bermasalah, boleh-boleh aja kok, Anda menyentuh jempol.

Mitos #9: Wanita hamil tidak boleh berolahraga
SALAH. Olahraga teratur dan sedang jika benar-benar aman selama kehamilan. Ini juga dapat membantu Anda mempersiapkan persalinan. Dokter sering menyarankan wanita untuk melakukan latihan moderat karena alasan yang sama. Namun, penting untuk tidak terlalu memaksakan diri dan konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan latihan apa pun.

Mitos #10: Ibu hamil tidak boleh minum kopi selama kehamilan.
SALAH. Bagi Anda yang menyukai kopi, larangan ini tentu menyiksa. Anda masih boleh kok, minum kopi, asalkan tidak boleh lebih dari 200 mg atau setara dengan dua cangkir dalam sehari. Jika sebelum hamil, Anda terbiasa mengonsumsi lebih dari dua cangkir kopi setiap hari, saat hamil Anda bisa beralih ke minuman jenis lain yang tidak mengandung kafein dan tentunya lebih sehat untuk Anda dan janin. Anda bisa pilih air putih dan jus buah segar.

Mitos #11: Jalan kaki setiap hari bisa mempercepat kelahiran
SALAH. Jalan kaki rutin selama 30 menit setiap hari, memang menyehatkan, dan itu sangat disarankan untuk Anda lakukan selama kehamilan. Namun, jalan kaki atau aktivitas apa pun tidak akan mempercepat kelahiran kecuali Anda melakukannya dengan cara Cesar.

Mitos #12: Semakin besar bayi semakin bagus
SALAH. Meski tampak menggemaskan, bayi yang besar akan menyulitkan persalinan. Pertahankan berat bayi antara 2,5-3,5/4 kg. Bayi yang memiliki berat lebih dari itu memiliki risiko diabetes dan obesitas saat dewasa nanti. Selain itu bayi besar juga berisiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan, terutama bila lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: fakta kehamilan, mitos fakta kehamilan, mitos kehamilan

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • …
  • 13
  • Next Page »

Login Pasien


Links

  • RS Husada Utama
  • RS Lombok Dua Dua
  • RSIA Kendangsari MERR
  • RSIA Kendangsari Surabaya

The Doctor

Dr. Gregorius Agung H, SpOG menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1992 dan Pendidikan Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama pada tahun 2002. Read More »

Peta Lokasi

Contact Us

GA Clinic - Dr. Gregorius Agung H, SpOG
Jl. Menur Pumpungan 167 A
Surabaya, 60118 · Indonesia

phone: (031) 5963706
Whatsapp: 0857-0848-6899
email: gregspog@yahoo.com

Copyright © 2026 · Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG