Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG

Layanan Kehamilan & Kesehatan Wanita Profesional

  • Home
  • Layanan
    • Konsultasi & Kontrasepsi
    • PAP Smear
    • Pemeriksaan Ginekologik
    • Pemeriksaan Kehamilan
    • Screening USG 4D
  • Jadwal Dokter
  • Artikel
    • Kebidanan & Kandungan
    • ObsGyn Update
  • Tentang Kami
    • Fasilitas
  • Login Pasien
  • Daftar Antrian
  • 22 May 2026
You are here: Home / Archives for Dr. Gregorius Agung, SpOG

Kenali Kelebihan Dan Kekurangan IUD Sebelum Memasangnya

20 September 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) atau lebih dikenal masyarakat sebagai KB spiral merupakan salah satu jenis metode KB yang banyak diminati oleh para ibu di Indonesia. IUD atau awam biasa menyebutnya KB Spiral berbentuk seperti huruf T, berukuran sekitar 3 cm dan terbuat dari plastik. IUD dimasukkan oleh dokter kandungan ke dalam rahim.

Kelebihan Intrauterine Device (IUD)

IUD atau KB spiral dilaporkan 99,7% efektif untuk mencegah kehamilan hingga bertahun-tahun tanpa harus repot mengingat jadwal minum obat, gonta-ganti alat, atau isi ulang resep. Jenis KB spiral hormon dapat bertahan selama 3-5 tahun, sementara KB spiral tembaga bisa mencegah kehamilan sampai 10 tahun lamanya.

Keunggulannya ini membuat IUD menjadi alat pencegah kehamilan yang paling efektif dibandingkan alat kontrasepsi lainnya.

Selain itu, kelebihan lainnya dari KB spiral adalah:

  • Bisa dilepas kapan saja, tanpa memengaruhi kesuburan. Setelah dilepas, kesuburan Anda bisa kembali normal.
  • Aman digunakan untuk ibu menyusui.
  • Mengurangi risiko terkena kanker serviks dan kanker endometrium.
  • Tidak membuat gemuk seperti pil KB.
  • IUD hormon bisa mengurangi nyeri dan kram PMS, mengurangi aliran darah yang terlalu deras selama menstruasi, dan menurunkan risiko kehamilan ektopik.

Kelebihan Intrauterine Device (IUD)

Meskipun metode kontrasepsi ini adalah merupakan salah satu yang terbaik dan menjadi rekomendasi metode KB karena sangat efektif mencegah kehamilan, metode KB spiral / IUD  ini juga memiliki kelemahan, yaitu sebagai berikut.

  • Tidak mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS)
  • Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan
  • Tidak direkomendasikan bagi wanita yang memiliki riwayat hamil anggur
  • Diperlukan prosedur medis termasuk pemeriksaan pelvis
  • AKDR tidak dapat dilepas sendiri
  • Terdapat efek samping berupa rasa nyeri, gangguan mentruasi, perforasi uterus ataupun pendarahan (jarang terjadi), alat terlepas, keputihan, radang panggul, efek hormonal (iud hormonal)
  • Posisi benang IUD dari waktu ke waktu harus dicek. Untuk melakukan ini perempuan harus memasukkan jarinya ke dalam vagina, sebagian perempuan tidak mau melakukan ini.

Biaya Pemasangan Intrauterine Device (IUD)

Biaya pemasangan IUD bisa dikatakan sangat terjangkau apabila dibandingkan dengan manfaat yang dicapai. Biaya pemasangan IUD  adalah sekitar Rp 800.000,- untuk 5 tahun. Untuk melakukan pemasangan IUD Anda bisa segera kontak nomor dibawah untuk menjadwalkan pemasangan IUD di GA Clinic.

 

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: iud, KB iud, kb spiral

4 Hal Yang Harus Anda Tahu Tentang Kanker Serviks

7 September 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Leher rahim sendiri adalah organ yang menghubungkan vagina dengan rahim. Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia dan beresiko terjadi di semua tingkat usia. Berikut ini 4 hal yang harus Anda tahu soal kanker serviks:

Sebagian Besar Kanker Serviks Disebabkan oleh Human Papillomavirus

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya tapi kita hanya akan fokus pada virus HPV yang beresiko memicu kanker serviks.

Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 yang berperan dalam 60% terjadinya kanker serviks dan HPV 18 yang berperan dalam sekitar 15% terjadinya kanker serviks. Kebanyakan HPV berbahaya ini bersifat sementara tapi akan menjadi masalah dan beresiko berkembang menjadi kanker bila tidak segera diobati. Maka dari itu pap smear sangat penting di lakukan untuk mendeteksi dini keberadaan HPV sebelum berkembang menjadi kanker.

Untuk mencegah terjangkit HPV, selain dengan menerapkan perilaku seks yang aman, yang paling penting dilakukan adalah dengan mendapatkan vaksin. Vaksin HPV ini diberikan dalam 3 kali suntikan pada wanita yang sudah menikah maupun yang belum aktif secara seksual. Kalau Anda belum mendapatkan vaksin HPV segera hubungi GA Clinic untuk informasi biaya dan pengaturan jadwalnya.

Pap Smear Berperan Penting Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks

Dalam semua kasus kanker serviks yang pernah saya tangani, semua pasiennya mempunyai kesamaan yaitu TIDAK PERNAH melakukan pap smear atau pernah pap smear tapi sudah sangat lama sekali.

Pap smear adalah sebuah tes yang dilakukan untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim kemudian diperiksa di laboratorium. Dengan deteksi dini dari hasil informasi pap smear dan kemudian pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks dapat dicegah secara maksimal.

Pap smear sebaiknya dilakukan SETAHUN SEKALI untuk wanita berusia 21-65 tahun. Anda bisa melakukan tes pap smear di GA Clinic dengan menghubungi nomor dibawah.

Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks Yang Mungkin Terjadi

Pada tahap awal, wanita dengan kanker serviks awal dan pre-kanker tidak akan mengalami gejala. Pasalnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala hingga tumor terbentuk. Tumor kemudian bisa mendorong organ di sekitar dan mengganggu sel-sel sehat. Gejala kanker serviks bisa ditandai dengan ciri-ciri berikut ini.

  • Perdarahan yang tidak wajar dari vagina. Misalnya perdarahan padahal Anda tidak sedang haid, menstruasi yang lebih panjang, perdarahan setelah atau saat berhubungan seks, setelah menopause, setelah buang air besar, atau setelah pemeriksaan panggul.
  • Siklus menstruasi jadi tidak teratur.
  • Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
  • Nyeri saat berhubungan seks atau berhubungan seks.
  • Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  • Badan lemas dan mudah lelah.
  • Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Cairan vagina yang tidak normal, seperti berbau menyengat atau disertai darah.
  • Salah satu kaki membengkak.

Ada beberapa kondisi lainnya, seperti infeksi, yang dapat menyebabkan berbagai ciri-ciri kanker serviks tersebut. Namun, apa pun penyebabnya, Anda tetap harus mengunjungi dokter untuk memeriksakannya. Mengabaikan kemungkinan gejala kanker serviks hanya akan membuat kondisi memburuk dan kehilangan kesempatan perawatan yang efektif.

Lebih baik lagi, jangan menunggu hingga gejala kanker serviks muncul. Cara terbaik untuk merawat kelamin Anda dengan melakukan tes pap smear dan pemeriksaan panggul secara rutin ke dokter kandungan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala kanker serviks yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Prosedur Perawatan Kanker Serviks

Semakin cepat Anda mendeteksi gejala kanker serviks dan penyakitnya, semakin mudah pula untuk mengobati kanker serviks.

Pengobatan untuk kanker serviks cukup rumit. Rumah sakit akan menyiapkan tim ahli yang ditentukan untuk mengatasi tahap awal dan tahap lanjut kanker serviks. Walau idealnya menangani kanker serviks pada tahap awal, biasanyabanyak kasus kanker serviks yang tidak cukup cepat didiagnosis.

Biasanya, ada tiga pilihan penanganan utama untuk kanker serviks, operasi, radioterapi dan kemoterapi.

1. Operasi

Tindakan ini akan mengangkat bagian yang terinfeksi kanker. Anda dan tim medis Anda harus bekerja sama untuk hasil yang terbaik:

Radical trachelectomy – serviks, jaringan sekitar dan bagian atas vagina diangkat, namun rahim tetap pada tempatnya sehingga Anda masih bisa punya anak. Karena itulah tindakan bedah ini biasanya jadi prioritas untuk wanita yang memiliki kanker serviks tahap awal dan masih mau punya anak.

Histerektomi – serviks dan rahim diangkat, tergantung pada tahap kanker, mungkin diperlukan untuk mengangkat indung telur dan tuba falopi. Anda sudah tidak bisa memiliki anak lagi jika Anda melakukan histerektomi.
Pelvic exenteration – operasi besar di mana serviks, vagina, rahim, kemih, indung telur, tuba falopi dan rektum diangkat. Seperti histerektomi, Anda sudah tidak bisa punya anak lagi setelah menjalani pembedahan ini.

2. Radioterapi

Pada tahap awal kanker serviks, Anda dapat ditangani dengan radioterapi atau dikombinasikan dengan operasi. Kemudian, apabila kanker sudah pada tahap lanjut, dokter dapat merekomendasi radioterapi dengan kemoterapi untuk mengurangi perdarahan dan rasa sakit pada pasien.

Pada prosedur ini, tubuh Anda dipaparkan dengan radiasi. Sumber radiasi dapat berasal dari eksternal, dengan mesin yang memancarkan radiasi pada tubuh Anda, atau secara internal. Dengan metode internal, sebuah implan akan dipasang ke dalam tubuh Anda untuk memberi radiasi. Ada beberapa kasus di mana 2 metode ini dikombinasikan. Rangkaian radioterapi biasanya berlangsung selama 5 hingga 8 minggu.

3. Kemoterapi

Kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi untuk menangani kanker serviks. Pada kanker tahap lanjut, metode ini sering digunakan untuk mencegah pertumbuhan kanker. Anda akan membuat janji untuk mendapatkan dosis kemoterapi melalui infus.

Semua penanganan kanker serviks dapat memiliki efek samping. Anda harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter. Anda mungkin akan mengalami menopause dini, penyempitan pada vagina, atau limfedema setelah menjalani perawatan kanker serviks.

 

Demikian 4 hal yang harus Anda ketahui tentang kanker serviks. Semoga artikel ini bisa memberi pencerahan dan menambah pengetahuan Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan atau penjelasan lebih lanjut silakan datang ke GA Clinic yang bisa Anda hubungi di alamat dibawah.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: kanker serviks, pap smear

Mengenal Tahapan Usia Kehamilan Trimester 1, 2 dan 3

30 August 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG 1 Comment

Bagi perempuan yang sedang merencanakan, sedang, atau sudah pernah hamil, kata “trimester” mungkin terasa akrab di telinga. Dalam bahasa Latin, trimester berasal dari kata “trimestris”, yang berarti tri (tiga) dan mensis (bulan). Sesuai namanya trimester adalah periode 3 bulan yang berhubungan dengan siklus dan kehamilan dimana tubuh ibu hamil dan bayinya mengalami perubahan fase.

Pembagian tahapan trimester kehamilan :

Trimester 1 (Pertama) : Usia kandungan 0-12 Minggu
Trimester 2 (Kedua) : Usia kandungan 13-28 Minggu
Trimester 3 (Ketiga) : Usia kandungan 29-40 Minggu

TAHAPAN TRIMESTER KEHAMILAN

Setiap tahapan merupakan masa yang istimewa, oleh karena itu setiap ibu harus menjaga agar kondisi emosinya stabil walaupun terjadi perubahan hormon dan perubahan lain pada tubuhnya. Masa kehamilan dibagi ke dalam 3 trimester. Tiga fase pembagian trimester ini memiliki perkembangan emosi dan fisik yang unik dan berbeda.

KEHAMILAN TRIMESTER PERTAMA

Minggu 1 – Minggu 12

Fase awal kehamilan atau masa trimester pertama merupakan saat yang rawan bagi perkembangan janin, karena biasanya banyak wanita tidak menduga kalau dirinya sedang hamil. Kehamilan baru diketahui ketika usia janin sudah menginjak waktu lebih dari satu bulan.

Pada tahap awal ini, kondisi tubuh Anda mengalami banyak perubahan, ini terutama terjadi perubahan hormonal. Perubahan hormonal mempengaruhi pada semua sistem organ di dalam tubuh. Pedoman utamanya yaitu saat Anda berhenti haid, serta memastikan bahwa Anda memang benar-benar hamil.

Perubahan lain yang akan Anda alami selama trimester pertama adalah:

  • Kelelahan yang luar biasa
  • Payudara sakit, bengkak. Puting Anda mungkin juga akan membesar.
  • Perut terasa tidak enak dengan atau tanpa muntah (morning sickness)
  • Suka atau benci pada beberapa jenis makanan tertentu
  • Mood tidak stabil
  • Sembelit (sulit BAB)
  • Sering kencing
  • Sakit kepala
  • Mulas
  • Berat bertambah atau turun

 

KEHAMILAN TRIMESTER KEDUA

Minggu ke 13 – Minggu ke 28

Memasuki bulan keempat, perkembangan janin akan memasuki trimester kedua. Janin akan mulai bergerak yaitu pada bulan keempat, tepatnya sekitar minggu ketiga belas. Pada umumnya, wanita yang hamil mengakui bahwa trimester keduanya lebih mudah dijalani daripada trimester pertama mereka.

Mual dan muntah mulai menghilang. Bayi berkembang pesat pada masa ini dan mulai bergerak. Olah raga ringan, menjaga kebersihan dan diet ibu hamil diperlukan di masa ini.

Sebelum tahap kedua berakhir, Anda akan bisa merasakan janin Anda bergerak – gerak. Pada trimester kedua ini Anda akan merasa sakit di badan, pegal – pegal kemudian muncul tanda strech mark pada paha, perut, dada dan pantat.

Kemudian muncul warna yang lebih gelap pada daerah putting dan ketiak Anda, munculnya garis samar dari pusar ke arah kemaluan dalam bentuk bulu halus. Anda juga akan sering mengalami kesemutan, kulit wajah tampak lebih gelap.

KEHAMILAN TRIMESTER KETIGA

Minggu ke 29 – Minggu ke 40

Pada tahap terakhir ini bisa jadi akan merupakan tahap yang paling menentukan proses persalinan Anda. Sebaiknya, pada tahap ini Anda berada di rumah. Ini dikarenakan perubahan dalam diri Anda saat hamil semakin besar.

Beberapa perubahan baru pada tubuh Anda mungkin akan Anda alami pada trimester ketiga adalah:

  • Sesak nafas
  • Mulas
  • Wasir
  • Sakit dada, mungkin bocor pra-air susu yang disebut kolostrum
  • Pusar Anda akan timbul
  • Susah tidur
  • Bayi “dropping”, atau bergerak lebih rendah dalam perut Anda
  • Kontraksi, yang dapat menjadi tanda nyata atau palsu waktu untuk melahirkan

Saat tubuh Anda semakin membesar dan terjadi pembengkakan, Anda harus tetap mengusahakan ini dalam batas normal. Jika pembengkakan mulai tidak normal atau ekstrim, segera hubungi dokter karena kemungkinan merupakan tanda preeklamsia.

Dan saat tiba di minggu terakhir, leher rahim akan menjadi lebih tipis dan juga lebih lembut. Hal ini merupakan proses alami yang normal.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: tahapan kehamilan, trimester kehamilan, usia kehamilan

5 Cara Meningkatkan Kesuburan Wanita Untuk Cepat Hamil

10 August 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Apakah Anda sedang mempersiapkan diri untuk hamil? Siapa sih wanita yang tidak menginginkan untuk mempunyai keturunan? Tentunya, semua wanita atau pasangan yang sudah menikah mengharapkan hadirnya seorang anak di kehidupan rumah tangga mereka. Dalam hal ini kesuburan menjadi faktor yang sangat menunjang bagi setiap wanita untuk mendapatkan kehamilan.

Di dunia kesehatan reproduksi, kita telah belajar kesuburan terkait erat dengan dengan kebiasaan makan, olahraga, dan gaya hidup yang Anda jalani sehari-hari. Berikut ini adalah tips untuk meningkatkan kesuburan Anda untuk menghasilkan kehamilan yang cepat dan alami.

1. Memahami siklus menstruasi Anda
Ovulasi (proses keluarnya sel telur) biasanya terjadi pada pertengahan siklus menstruasi Anda. Bila umumnya siklus menstruasi wanita adalah 28 hari, maka ovulasi biasanya akan terjadi pada hari ke 14. Tapi secara umum, masa subur nya wanita adalah 3 hari sebelum dan sesudah pertengahan siklus. Pada saat terjadi ovulasi inilah, seseorang yang melakukan hubungan intim akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk hamil.

Yang perlu Anda perhatikan adalah jika Anda sudah melakukan hubungan intim selama satu tahun di masa subur dan berusia di bawah 35 tahun, dan belum mengalami kehamilan maka sebaiknya segera hubungi dokter karena ada kemungkinan Anda memiliki masalah kesehatan.

2. Hindari Alkohol, Kafein, dan Rokok
Bila kamu meminum kopi lebih dari lima gelas sehari maka itu setara dengan 500 mg kafein dan bisa berakibat menurunkan kesuburan. Konsumsi kafein yang masih diperbolehkan maksimum 200 mg per hari. Mengonsumsi alkohol dua gelas per hari juga ternyata bisa menurunkan kesuburan sebesar 60%. Sedangkan alkohol bisa meningkatkan risiko kelainan pada janin. Tidak hanya itu rokok juga bisa memberikan dampak negatif bagi kesuburan. Rokok bisa menjadikan rahim kurang reseptif terhadap hasil konsepsi (pembuahan).

3. Perhatikan berat badan Anda
Berat badan yang tidak sehat akan mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang berakibat lanjut pada gangguan keberhasilan ovulasi. Bahkan pada kasus tertentu, ovulasi dapat terhenti sama sekali.

Riset menunjukkan, bahwa kegemukan pada wanita bisa menurunkan kesuburan sekitar empat persen. Timbunan lemak berlebih bisa mengakibakan kelebihan produksi estrogren yang membuat ovulasi tidak teratur. Sementara tubuh yang terlalu kurus juga bisa menyebabkan produksi hormon estrogen lambat, sehingga sulit untuk berharap cepat hamil .

Cobalah miliki berat badan ideal sesuai dengan body mass index (BMI), sekitar 18.5 – 24.9. Contoh, seandainya bila Berat badan 50 kg, tinggi badan 160 cm. Bagaimana menghitung BMI?

Cara menghitungnya Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI) yang normal berat tubuh dibagi tinggi badan dikali tinggi badan. BMI Anda adalah 50/1,62 = 19,5 kg/m2. Angka itu termasuk angka normal.

4. konsumsi Makanan yang Meningkatkan Kesuburan
Untuk pemicu kehamilan, ada beberapa beberapa jenis makanan dan minuman yang bermanfaat. Makanlah dengan pola makan yang seimbang, serta kurangi makanan berlemak, karbohidrat berlebih dan yang manis-manis.

Makanan berlemak dapat mempengaruhi hormon-hormon dan meningkatkan berat badan sehingga menganggu kesuburan.

Makanan sehat yang bermanfaat bagi kesuburan adalah makanan yang kaya akan asam folat untuk melancarkan proses ovulasi. Asam folat juga memiliki fungsi menguatkan kandungan anda dan menjadikan baby lahir dalam keadaan sehat.

Asam folat ada di tanaman seperti asparagus, bayam, jagung, kacang hijau, dan buah-buahan seperti buah pepaya, jeruk, dan alpukat.

Konsumsi banyak sayur-sayuran dan buah-buahan terutama yang mengandung vitamin C, E dan B kompleks, Vitamin-vitamin ini juga penting untuk pengaturan hormon-hormon, dan memperbaiki kualitas sperma.

Mineral yang penting yaitu seng (zinc), tembaga dan selenium. Zat besi, yang berpengaruh pada kualitas sel ovum, ada di bayam, kacang tanah, dan kentang.

Selain itu bisa dengan asupan vitamin E atau tokoferol seperti sawi, paprika merah, dan biji bunga matahari. Sementara kandungan Omega 3 dalam minyak ikan juga dapat mengurangi risiko keguguran dan meningkatkan kualitas sperma.

5. Hindari Stres
Stres adalah termasuk faktor besar yang bisa mengganggu kemampuan Anda untuk hamil. Saat stres, dalam diri Anda akan memproduksi hormon kortisol dan prolaktin yang akan mengganggu proses ovulasi. Jika terjadi dalam jangka panjang, maka sistem kekebalan tubuh akan berkurang. Peluang untuk hamil akan makin kecil.

Menurut konsultan Ginekolog, stres dan kelelahan dapat memiliki dampak besar pada kesuburan wanita. Hal ini juga dapat memperlambat produksi sperma laki-laki dan libido rendah. Studi American Society for Reproductive Medicine, menyebutkan Anda yang mencemaskan proses fertilisasi akan memiliki kemungkinan mengalami fertilisasi lebih kecil.

Relaks dan menjaga agar tidak selalu stres merupakan faktor positif terhadap kesuksesan proses konsepsi. Yoga dan meditasi adalah 2 hal yang bisa Anda lakukan.

Nah, itulah lima cara untuk meningkatkan kesuburan wanita yang perlu Anda ketahui. Semoga tips di atas bisa membantu Anda untuk cepat hamil. Bila Anda memerlukan saran dari dokter spesialis kandungan untuk masalah kesuburan, segera jadwalkan kunjungan Anda ke GA Clinic dengan menghubungi nomor yang tercantum dibawah ini.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: kesuburan alami, kesuburan wanita, meningkatkan kesuburan

Apa Ada Hubungan Kegemukan Dengan Susah Hamil?

2 August 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG 2 Comments

Selamat malam Dokter,
Saya ibu punya anak 1… waktu anak pertama saya hanya kosong 1 bulan…. namun utk anak ke 2 knp rasany bergitu jauh rezeki ny… smpai sya mnggu lebih dri 4th.
Apa ada hungungan ny kegemukan sama susah hamil… krn sya mengalama obesitas di daerah perut yg begitu besar. Trims jawaban nya saya tunggu Dok.

Ria – Surabaya


Ibu Ria,

Obesitas merupakan masalah yang umum terjadi di seluruh dunia. Kelebihan berat badan dan obesitas sering dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, osteoartitis, dan gangguan reproduksi dengan keluhan yang paling sering dialami adalah menstruasi tidak teratur dan kemandulan. Namun berat badan juga berpengaruh pada masalah kesehatan umum dan reproduksi.

Berat badan normal Standar internasional yang dipakai untuk menilai ideal tidaknya berat badan adalah BMI (Body Mass Index), yang menggunakan perbandingan berat badan dan tinggi badan. Untuk menghitung BMI, caranya sangat sederhana. BMI sama dengan berat badan dibagi dengan tinggi badan.

BMI = Berat (kg) / tinggi² (m)

BMI telah terbukti sebagai pengukuran yang efektif secara klinis dan banyak penelitian yang menunjukkan rendahnya kemungkinan untuk hamil pada orang dengan BMI lebih dari 25 atau kurang dari 18,5.

Obesitas dan infertitas

Walaupun banyak dari wanita yang telah memiliki anak adalah obesitas, dan memang wanita yang obesitas dapat hamil, banyak penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kelebihan berat badan (BMI ≥ 25) dan obesitas (BMI ≥ 30) tiga kali lipat memiliki kemungkinan untuk infertile dibandingkan dengan wanita yang berat badannya normal.

Distribusi lemak di perut pada wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas secara signifikan mempengaruhi fungsi dan produksi hormone-hormon (androgen dan estrogen) yang berperan dalam ovulasi. Oleh karena itu, wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih mungkin untuk mengalami ketidakteraturan ovulasi sehingga menstruasinya menjadi tidak teratur dan infertile.

Walaupun mekanisme yang pasti belum jelas, tingginya tingkat insulin yang beredar dan resistensi insulin yang terkait berperan penting. Dalam hal reproduksi, tingginya insulin yang beredar berperan dalam terjadinya ganggguan ovulasi, yang pada gilirannya memicu peningkatan androgen dari ovarium dan estrogen dari lemak tubuh. Keduanya akan menghambat ovulasi.

Bahkan, tingkat keberhasilan pengobatan infertilitas lebih rendah pada panita yang kelebihan berat badan. Banyak penelitian yang menunjukkan bukti bahwa peningkatan BMI berhubungan dengan peningkatan kebutuhan obat-obatan untuk menangani infertilitas, seperti clomiphene citrate atau injeksi gonadotropin. Prosedur inseminasi pada infertilitas yang tidak jelas sebabnya menunjukkan redahnya angka keberhasilan pada wanita dengan BMI lebih dari 30 dan banyak penelitian menunjukkan rendahnya angka keberhasilan IVF dengan seiring dengan peningkatan BMI.

Masalah kehamilan dan kaitannya dengan obesitas

Pada wanita hamil, kelebihan lemak di tubuh berkaitan dengan meningkatnya risiko keguguran dalam 3 bulan pertama. Pada wanita dengan BMI lebih dari 30, risiko tersebut dapat meningkat menjadi 3x bahkan lebih, meskipun pada yang kelebihan berat badan ringan risiko tersebut juga meningkat.

Ketika kehamilan telah melewati 3 bulan, terdapat pula peningkatan risiko terjadinya kelainan pada janin. Spina bifida 3x lebih sering terjadi pada wanita yang obesitas dan risiko tersebut tetap tinggi meskipun konsumsi suplemen asam folat diberikan. Risiko kelainan perut dan jantung juga meningkat 2-3x pada wanita yang kelebihan berat badan.

Risiko terjadinya diabetes dalam kehamilan dan hipertensi juga meningkat 2-3x. hal ini dapat memicu kelahiran premature, induksi persalinan, operasi sesar dan peningkatan risiko bayi lahir mati. Selain itu ada lebih banyak risiko komplikasi setelah melahirkan seperti infeksi, perdarahan, dan tromboemboli, pada wanita dengan berat badan berlebih dibandingkan dengan yang berat badannya normal.

Baru-baru ini, suatu penelitian menunjukkan adanya hubungan antara obesitas pada ibu dengan penyakit kardiovaskular pada keturunannya saat dewasa. Dan juga, tingkat diabetes mellitus tipe II pada dewasa lebih tinggi diperoleh pada yang ibunya memiliki berat badan diatas normal saat hamil. Mengingat bahwa obesitas dan resistensi insulin bukan hanya genetic tetapi juga didapat, peningkatan sensitivitas insulin ibu menjelang pembuahan melalui aktivitas atau diet tidak hanya memperbaiki kesehatan ibu tetapi juga kesehatan anak-anak mereka kelak. Walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Apa yang dapat dilakukan pada berat badan berlebih?

Wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas harus mengetahui risiko infertilitas dan buruknya bayi yang dilahirkan. Mereka jug harus mengetahui bahwa keberhasilan pengobatan lebih rendah jika BMI mereka meningkat. Tambahan asam folat harus diberikan.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa penurunan berat badan pada wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas, menyebabkan menstruasi teratur dan kehamilan Bahkan tingkat keberhasilan pada program IVF meningkat seiring dengan penurunan berat badan pada wanita infertil akibat penyebab lain yang tidak berhubungan dengan ovulasi (seperti infertilitas akibat factor pria atau gangguan tuba). Penurunan berat badan memang tidak mudah dilakukan. Cara yang paling berhasil untuk membantu wanita yang berat badannya berlebih adalah memiliki perilaku yang baik. Olahraga dan diet yang baik merupaka cara yang lebih efektif daripada hanya berkonsentrasi pada diet rendah kalori. Hal ini sangat baik dilakukan sebelum dimulainya pengobatan infertilitas dan berlanjut saat awal kehamilan.

Demikian, semoga jawaban saya bisa membantu.

 

Filed Under: Konsultasi Online Tagged With: kehamilan dan obesitas, obesitas dan kesuburan, obesitas susah hamil

  • « Previous Page
  • 1
  • …
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • …
  • 13
  • Next Page »

Login Pasien


Links

  • RS Husada Utama
  • RS Lombok Dua Dua
  • RSIA Kendangsari MERR
  • RSIA Kendangsari Surabaya

The Doctor

Dr. Gregorius Agung H, SpOG menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1992 dan Pendidikan Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama pada tahun 2002. Read More »

Peta Lokasi

Contact Us

GA Clinic - Dr. Gregorius Agung H, SpOG
Jl. Menur Pumpungan 167 A
Surabaya, 60118 · Indonesia

phone: (031) 5963706
Whatsapp: 0857-0848-6899
email: gregspog@yahoo.com

Copyright © 2026 · Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG