Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG

Layanan Kehamilan & Kesehatan Wanita Profesional

  • Home
  • Layanan
    • Konsultasi & Kontrasepsi
    • PAP Smear
    • Pemeriksaan Ginekologik
    • Pemeriksaan Kehamilan
    • Screening USG 4D
  • Jadwal Dokter
  • Artikel
    • Kebidanan & Kandungan
    • ObsGyn Update
  • Tentang Kami
    • Fasilitas
  • Login Pasien
  • Daftar Antrian
  • 30 April 2026
You are here: Home / Archives for Kebidanan & Kandungan

Pentingnya Ibu Hamil Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

8 December 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan jika Anda sedang hamil atau berencana hamil. Mulai dari kesehatan organ intim, kesuburan tubuh hingga kesehatan gigi yang jika dilihat sekilas tak ada hubungannya dengan kehamilan. Namun ternyata kesehatan gigi menyimpan faktor penting yang perlu diperhatikan oleh wanita yang sedang hamil atau ingin hamil.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Academy of General Dentistry, Chicago membuktikan bahwa ibu hamil yg mengalami masalah pada gigi dan mulut beresiko 3-5x lebih besar melahirkan prematur daripada yang memiliki tingkat kesehatan mulut yang baik. Hal tersebut diperkuat oleh riset Heather Jaret dari University of North Carolina bahwa ibu hamil yang sakit gigi kronis beresiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Disamping itu dalam penelitian yang ditulis di Journal of Periodontology bulan februari 2006 menyatakan bahwa perawatan gigi dan mulut sejak dini pd ibu hamil dapat menurunkan resiko preeklampsia sekitar 5-8%

Pada saat hamil, kadar asam di dalam mulut meningkat oleh karena rasa mual dan muntah yg biasanya dialami ibu hamil . Rasa mual tersebut menyebabkan ibu hamil malas menyikat gigi seperti biasanya 2x sehari karena ada kecenderungan menyikat gigi dapat memicu rasa mual. Pada ibu hamil juga juga ditemukan adanya pengeroposan gigi/kerusakan gigi oleh karena penurunan pH di dalam mulut slama kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga mudah mengalami peradangan gusi yang diperparah oleh hormon progesteron dan estrogen. Terjadinya peningkatan hormon tersebut, mengakibatkan pelepasan histamin dan enzim proteolitik sehingga respon peradangan gusi meningkat. Bila, peradangan gusi makin parah, gusi menjadi membesar dan bengkak (inflamasi) dan perlahan lahan jaringan ikat pd gusi lepas dari gigi dan gigi mudah goyang. Istilah Pembesaran gusi pada ibu hamil ini disebut gingivitis gravidarum (pregnancy gravidarum). Tingkat keparahan masalah tersebut biasanya terjadi pada awal bln ke dua/tiga dan mencapai puncaknya pd trimester ke 2 dan 3, kemudian akan menurun pd kehamilan bln ke 9.

Beberapa gejala dan ciri peradangan gusi pd ibu hamil yang umum ditemukan antara lain : gusi sakit, warna merah, konsistensi lunak, mudah berdarah dan gusi disela gigi menonjol/membulat. Riset dari Journal of Obstetric Gynecology 2010 menyatakan nahwa ibu hamil yg gusinya terinfeksi dapat menularkan infeksi ke janin melalui placenta. Selain itu, bakteri Streptokokus mutans penyebab gigi berlubang dapat menyebar melalui sirkulasi darah dan dapat menyebabkan gangguan jantung. Kesehatan umum ibu hamil juga mempengaruhi gigi si kecil nantinya karena proses pembentukan bakal gigi pada anak pertama kali terjadi di awal trimester kedua kehamilan (± minggu ke 16). Gangguan pembentukan gigi juga bisa terjadi akibat dari kurang nutrisi kalsium, fosfor dan fluor selama kehamilan.

Berikut beberapa tips untk menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan:

  • Pada ibu hamil yg sering muntah, jangan lupa untuk rajin berkumur sesudahnya. Bisa dengan menggunakan air garam hangat
  • Pilih sikat gigi yg sesuai dan pasta gigi yg membuat nyaman. Ibu hamil tetap menyikatnya minimal 2x sehari ya setelah sarapan dan sebelum tidur malam .
  • Berhati-hatilah dalam penggunaan obat kumur dan obat-obatan lainnya. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter kandungan dan dokter gigi terdekat dan untuk obat kumur bacalah label kemasan tentang kontra indikasi untuk ibu hamil.
  • Perbanyaklah mengkonsumsi buah-buahan berserat yg bnyk mengandung vitamin C dan B 12.
  • Penuhi kebutuhan kalsium sesuai anjuran dokter.
  • Apabila sudah ada masalah gigi/mulut, segera ke dokter gigi. Masa kehamilan teraman untuk tindakan perawatan gigi yaitu trimester 2 (13-24 minggu)

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: kesehatan gigi ibu hamil

Mengenal Endometriosis: Penyebab dan Pengobatan

28 November 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Penyebab Endometriosis

Walaupun penyakit endometriosis telah diketahui sejak lama, namun belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit ini. Beberapa teori yang berkembang yang mencoba menjelaskan timbulnya endometriosis, antara lain:

  • Teori implantasi, yaitu adanya sel rahim/endometrium yang tertanam (implantasi) akibat aliran menstruasi yang berlawanan arah. Teori ini juga menjelaskan bahwa aliran limfatik juga dapat menyebarkan sel rahim ke seluruh tubuh.
  • Teori metaplasia, yaitu perubahan dari berbagai sel yang berpotensi menjadi sel rahim. Namun teori ini tidak didukung oleh bukti klinis atau eksperimen.
  • Teori induksi, di mana proses biokimia dalam tubuh merangsang sel-sel induk menjadi jaringan rahim.

Pada endometriosis juga terdapat perubahan sistem imun, di mana sitem imun tubuh tersebut tidak mampu menghilangkan sel rahim yang berada di lokasi yang salah. Faktor lain yang memungkinkan untuk terjadinya endometriosis adalah faktor genetik. Seseorang memiliki kemungkinan 7 kali lebih besar untuk terkena endometriosis dibanding orang normal, bila ada saudara tingkat pertama yang memiliki endometriosis. Saudara tingkat pertama yang dimaksud adalah ibu, bibi, atau saudara kandung. Faktor lainnya untuk terjadi endometriosis antara lain: masa siklus menstruasi yang pendek, menstruasi yang banyak, durasi menstruasi yang panjang, tidak pernah melahirkan, riwayat infeksi pelvis, kelainan bentuk rahim.

Pengobatan Endometriosis

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menghilangkan dan menyembuhkan seluruh endometriosis. Pengobatan yang ada sekarang bertujuan untuk meringankan gejala dan mengurangi terjadinya komplikasi.

Untuk meredakan gejala nyeri dapat digunakan obat-obat analgesik golongan anti inflamasi non-steroid (non-steroidal anti-inflammatory/NSAID), seperti asam mefenamat. Beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah bila nyeri masih terasa, yaitu mandi dengan air hangat, atau kompres hangat pada daerah yang nyeri untuk mengendurkan otot-otot. Selain itu, olahraga yang teratur dapat membantu meringankan gejala yang timbul.

Karena endometriosis dipengaruhi hormon estrogen, maka pengobatan dengan obat hormonal yang menekan estrogen dapat membantu meringankan gejala. Namun, pengobatan hormonal ini hanya bersifat sementara dan bila dihentikan gejala akan muncul kembali. Pengobatan hormonal yang dapat dipakai contohnya pil kontrasepsi oral, selama minimal 6-12 bulan. Namun, perlu diperhatikan bahwa pasien tidak bisa hamil selama pengobatan.

Kehamilan tidak menyembuhkan endometriosis. Kehamilan hanya dapat memperbaiki endometriosis untuk sementara. Menyusui juga membantu meringankan gejala namun hanya bersifat sementara. Hal ini disebabkan karena selama kehamilan dan menyusui, hormon estrogen ditekan. Namun setelah melahirkan dan menyusui, gejala akan kembali.

Sampai saat ini, operasi merupakan pengobatan yang terbaik namun tidak menyembuhkan. Pada pengobatan dengan pembedahan, akan ditentukan terlebih dahulu apakah fungsi ovarium dapat dipertahankan atau tidak. Fungsi ovarium dapat dipertahankan pada kasus endometriosis dini tanpa gejala, atau pada pasien yang menginginkan kehamilan.

Pembedahan definitif (spesifik untuk suatu penyakit) dilakukan terhadap pasien-pasien yang tidak mau hamil atau mengalami beberapa gejala sekaligus. Jenis pembedahannya antara lain: pengangkatan rahim (histerektomi total), pengangkatan ovarium (salpingo-ooforektomi bilateral), dan membuang jaringan endometriosis (eksisi endometriosis). Pada pasien ini perlu dilakukan terapi pengganti hormonal.

Pengobatan untuk wanita dengan endometriosis tidak hanya mencakup medis. Endometriosis tidak hanya menyerang tubuh, namun juga mental dan hubungan sosial pasien. Banyaknya mitos yang tidak sepenuhnya benar dan gejala yang mengganggu, dapat menambah rasa frustasi pada pasien dengan endometriosis. Oleh karena itu, pengobatan juga perlu diarahkan untuk mental dan hubungan sosial pasien melalui konseling.

Belum ada pencegahan endometriosis yang sukses. Dilaporkan bahwa olahraga aerobik dapat membantu menurunkan risiko terjadi endometriosis. Penggunaan pil kontrasepsi sebagai pencegahan masih kontroversial. Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah tidak memperlambat kehamilan, melakukan pemeriksaan dengan baik dan benar serta tidak menjalani kuret saat sedang haid.

Endometriosis memiliki kecenderungan untuk kambuh. Pada kasus endometriosis yang dilakukan bedah definitif, 3% dari kasus tersebut akan timbul endometriosis berulang. Sementara pada pasien yang menjalani pembedahan konservatif, timbul kekambuhan pada 10% kasus dalam 3 tahun pertama. Tingkat kekambuhan pada endometriosis mencapai 40% dalam 5 tahun.

Link: Mengenal Endometriosis: Apa Itu?

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: endometriosis, pengobatan endometriosis, penyebab endometriosis

Mengenal Endometriosis: Apa Itu?

25 November 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Di masa menjelang dan saat menstruasi, para perempuan kerap merasakan rasa tak nyaman seperti gangguan mood dan rasa nyeri di bagian perut. Tetapi jika hal tersebut sering terjadi dan rasa nyeri nya begitu menyiksa, bisa jadi itu adalah endometriosis.

Endometriosis adalah suatu kelainan dimana jaringan selaput rahim (endometrium) yang seharusnya melapisi rahim tetapi tumbuh di luar tempat yang semestinya. Lokasi endometriosis tersering adalah pada organ-organ di dalam rongga panggul (pelvis), seperti indung telur (ovarium) dan lapisan yang melapisi rongga abdomen (peritoneum). Endometriosis dapat juga terjadi di saluran pencernaan (usus, misalnya), paru-paru, kulit, kelenjar getah bening, dan bahkan otak.

Endometriosis bukanlah penyakit infeksi sehingga tidak menular kepada orang lain. Endometriosis juga bukan penyakit kanker. Endometriosis merupakan pernyakit yang dipengaruhi hormon estrogen. Pada endometriosis, jaringan rahim berfungsi dengan normal, yang artinya, dipengaruhi hormon dan mengikuti siklus menstruasi.

Jaringan tersebut akan tumbuh, luruh, dan berdarah seperti saat menstruasi. Namun karena berada di lokasi yang tidak semestinya, dapat terjadi proses peradangan dan perlengketan dengan jaringan sekitar. Selain itu, darah yang tidak bisa keluar dapat membentuk kista yang berisi darah kecoklatan (endometrioma).

Penyakit endometriosis sering menyerang wanita usia produktif (masa menstruasi, sejak awal menstruasi hingga menopause). Sekitar 1 dari 10 wanita dalam usia reproduksi menderita endometriosis. Namun endometriosis dapat terjadi juga pada remaja (usia awal-awal menstruasi) dan wanita pasca-menopause yang mendapat terapi hormonal. Penyakit endometriosis membaik sementara saat kehamilan dan membaik secara permanen saat menopause, kecuali bila ada penggunaan hormon estrogen.

Gejala Endometriosis

Gejala yang sering ditemukan pada endometriosis adalah sulit untuk hamil (subferitilitas), nyeri saat menstruasi (dismenore), nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia), atau nyeri panggul kronik (yang berlangsung lebih dari 6 bulan). Namun bisa pula tanpa gejala (asimtomatik).

Hal penting yang harus diperhatikan adalah adanya mitos yang mengatakan bahwa nyeri saat menstruasi itu normal terjadi. Karena mitos yang salah ini, pasien dengan endometriosis sering kali datang terlambat untuk pengobatan. Apabila nyeri yang dirasakan sampai mengganggu dan membatasi aktivitas sehari-hari, maka nyeri tersebut bukan hal yang normal.

Pada wanita dewasa, nyeri menstruasi yang mengarah ke arah endometriosis adalah nyeri hebat yang datang tiba-tiba saat menstruasi setelah dalam beberapa tahun sebelumnya tidak pernah terasa nyeri. Selain itu, apabila merasakan nyeri yang lebih parah dari biasanya saat menstruasi, maka hal ini perlu diwaspadai dan disarankan untuk langsung memeriksakan diri ke dokter. Nyeri muncul saat mulai perdarahan haid dan berlangsung selama perdarahan terjadi. Umumnya nyeri dirasakan di kedua sisi panggul dan membuat pasien tidak dapat beraktivitas sehari-hari (pergi ke sekolah atau bekerja, dan kegiatan sehari-hari lainnya). Yang perlu diperhatikan adalah derajat nyeri tidak menggambarkan tingkat keparahan endometriosis.

Hubungan antara endometriosis dengan sulit hamil masih kontroversial. Wanita dengan endometriosis dapat hamil dan memiliki anak. Namun, tingkat keberhasilan untuk hamil sangat bergantung pada setiap individu dan derajat keparahan endometriosis. Pada pasien dengan endometriosis, risiko terjadinya keguguran spontan meningkat sekitar 40% dibanding pada wanita tanpa endometriosis (15%-25%).

Gejala endometriosis pada saluran pencernaan dapat berupa: nyeri perut dan punggung, perdarahan dari anus yang mengikuti siklus menstruasi, dan sulit buang air besar. Bila terdapat endometriosis pada saluran urin, mungkin saja terjadi gejala nyeri saat buang air kecil dan urin yang mengandung darah.

Endometriosis di paru-paru dapat menimbulkan gejala batuk darah saat menstruasi dan gangguan pernafasan. Terabanya massa pada tubuh yang nyeri dan mengikuti menstruasi juga bisa menjadi gejala dari endometriosis.

Endometriosis dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), dan melalui operasi laparoskopi. Komplikasi utama dari endometriosis adalah kesulitan untuk hamil. Sekitar 30%-40% wanita dengan endometriosis akan mengalami kesulitan untuk hamil. Itu berarti ada sekitar 60%-70% wanita dengan endometriosis yang dapat hamil. Bila terjadi kesulitan untuk hamil, dapat dilakukan program kehamilan dengan bantuan alat, seperti bayi tabung.

Beberapa laporan menyatakan bahwa wanita dengan endometriosis memiliki risiko yang lebih besar untuk terjadinya kanker ovarium. Namun, kasus kanker ovarium sangat jarang terjadi. Teori endometriosis meningkatkan risiko kanker ovarium masih kontroversial.

Komplikasi lain yang dapat terjadi tergantung lokasi endometriosis. Bila lokasi terdapat di saluran kemih, maka dapat menimbulkan sumbatan dan menurunkan fungsi ginjal. Bila lokasi terdapat di paru-paru, maka dapat menyebabkan adanya darah dalam rongga paru (hematothorax). Sedangkan endometriosis yang berada di otak dapat menyebabkan gangguan saraf (neurologis).

Link: Mengenal Endometriosis: Penyebab dan Pengobatan

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: apa itu endometriosis, endometriosis, mengenal endometriosis

Apa Saja Yang Bisa Dilihat Melalui USG dan Manfaatnya

24 November 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Kehamilan adalah waktu yang menyenangkan bagi semua orang, bukan hanya untuk calon orang tua, tapi juga untuk keluarga dan teman-teman dekat. Oleh karena itu kesehatan ibu dan janin semasa kehamilan merupakan hal penting yang harus selalu diperhatikan. Pertumbuhan dan perkembangannya harus selalu dipantau tiap bulan selama masa kehamilan. Dengan monitoring menggunakan USG kita bisa melihat beberapa hal pada tiap trisemster kehamilan. Berikut ini saya rangkum apa saja yang bisa dilihat melalui USG dan manfaatnya dalam setiap tahap kehamilan.

Trimester pertama (Minggu 1 hingga minggu ke-12 usia kehamilan)

USG ini dilakukan dalam tiga bulan pertama usia kehamilan. Dalam pemeriksaan USG pada trimester pertama, Ibu hamil biasanya akan diminta banyak minum air dan menahan kencing sehingga kandung kemih penuh agar rahim terangkat naik dan bisa dilihat jelas di layar komputer. Manfaat USG pada trimester pertama antara lain:

1. Untuk mengkonfirmasi kehamilan

Sebuah USG di trimester pertama dapat digunakan untuk mengetahui usia kehamilan saat mengalami ciri ciri orang hamil. Serta untuk memeriksa perkembangan embrio di dalam rahim dan memastikannya tidak berkembang di dalam tuba falopi, mengkonfirmasi jumlah embrio, untuk mengetahui kehamilan molar atau anggur, yakni kehamilan yang disertai dengan tumbuhnya tumor, serta untuk mengetahui perkiraan tanggal kelahiran.

2. Untuk memeriksa plasenta, uterus, ovarium, dan leher rahim

Manfaat USG kehamilan juga digunakan untuk memeriksa letak plasenta yang menghalangi jalan lahir atau yang disebut plasenta previa. Hal ini dapat mengakibatkan sulitnya proses kelahiran bayi nantinya. Kelainan plasenta dapat diakibatkan beberapa masalah kehamilan penyakit seperti diabetes dan hidrop janin, yaitu berlebihnya cairan di bagian tubuh seperti toraks, abdomen, atau kulit yang dapat mengakibatkan penebalan plasenta.

3. Untuk mengetahui kondisi bayi dalam kandungan

USG juga dapat dipergunakan untuk memeriksa detak jantung bayi. Denyut jantung janin biasanya bisa dideteksi pada usia kehamilan telah mencapai 6 minggu dan akan menguat diusia 7 minggu. Jika hal itu bisa terdeteksi, maka bisa dikatakan keberhasilan kehamilan mencapai 95%.

Denyut jantung pada janin tergantung pada usia kehamilan, seperti :

Usia 6 minggu janin memiliki denyut jantung antara 90-110 dpm
pada usia kehamilan 9 minggu denyut jantung bayi antara 140-170 dpm
Pada usia 5 hingga 8 minggu denyut jantung bayi kurang dari 90 dpm, maka akan beresiko terjadinya keguguran.

Trimester kedua (Minggu ke-12 hingga minggu ke-24)

USG ini dilakukan antara minggu 18 dan 24 usia kehamilan, yang dapat digunakan untuk :

1. Memeriksa perkembangan bayi dalam kandungan

USG yang dilakukan saat kehamilan digunakan untuk mengetahui perkembangan struktur janin, seperti tulang belakang, kaki, otak dan organ-organ internal lainnya. Selain itu manfaat USG kehamilan juga dapat mendeteksi adanya ciri-ciri hamil kembar yang dapat mengganggu pertumbuhan janin.

2. Mengetahui usia kehamilan dan berat badan bayi

Saat melakukan USG, dapat diketahui ukuran tubuh dan berat badan bayi dalam kandungan, yang mana hal tersebut dapat digunakan juga untuk mengetahui usia kehamilan.

3. Untuk mengetahui adanya kelainan pada janin

USG juga dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan kehamilan. Seperti kelainan struktural atau masalah aliran darah pada pertumbuhan janin. Kelainan struktural misalnya malformasi janin (anensefali, spina bifida, dan lain-lain), kelainan jantung, hidrosefalus, maupun jenis kelainan lainnya.

Dengan mengetahui masalah sebelum proses kelahiran, dokter dan keluarga dapat mempersiapkan serta menyusun rencana perawatan pada saat dan pasca kelahiran nantinya.

4. Mengetahui masalah-masalah selama kehamilan

Selain itu, manfaat USG kehamilan juga dapat mendeteksi dan mengetahui karakteristik gangguan kehamilan lainnya. Seperti down sindrom, serta mendiagnosa ada atau tidaknya masalah dengan indung telur atau rahim, seperti tumor kehamilan.

Trimester ketiga (Minggu ke 24 hingga Minggu ke-40 atau kelahiran)

USG ini dilakukan setelah 30 minggu usia kehamilan, hal ini dapat digunakan untuk :

1. Memeriksa pertumbuhan bayi pada tingkat yang normal

USG dapat digunakan untuk mengetahui kelainan bawaan dan resiko cacat lahir nantinya. Selain itu USG juga dapat mengkonfirmasi terjadinya kematian intrauterin.

2. Memonitor kadar cairan ketuban

Dengan USG, anda dapat mengetahui jumlah cairan ketuban dalam rahim. Jumlah air ketuban yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit dapat menimbulkan resiko bahaya pada bayi dalam kandungan :

Kelebihan cairan ketuban (polihidramnion) – dapat mengakibatkan gangguan sesak nafas akut pada calon ibu, serta meningkatkan resiko bayi lahir premature. Adapun faktor yang mempengaruhi kondisi ini antara lain adalah diabetes yang tak terkontrol, kehamilan kembar, isoimunisasi, maupun malformasi janin.

Kurangnya cairan ketuban (oligohidramnion) – dapat mengakibatkan kematian pada janin. Faktor resiko yang mempengaruhi adalah seperti adanya kelainan bawaan pada saluran kemih, pertumbuhan janin yang terhambat, serta kurangnya berat janin.

3. Mengetahui jenis kelamin

Banyak calon orang tua yang ingin mengetahui jenis kelamin calon bayinya. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai alasan, seperti untuk mempersiapkan nama, maupun perlengkapan bayi nantinya. USG dapat memberikan akuransi sekitar 95% untuk hal tersebut.

 

Demikian hal-hal yang bisa dilihat melalui pemeriksaan USG dan manfaatnya. Hubungi GA Clinic di alamat dibawah bila Anda ingin mendapatkan pemeriksaan USG secara menyeluruh.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: ga clinic, pemeriksaan kehamilan, usg kehamilan

Pilihan Dan Review Kelebihan Kekurangan Alat Kontrasepsi KB

17 November 2018 by Dr. Gregorius Agung, SpOG Leave a Comment

Pada wanita yang aktif secara seksual, kehamilan pada tahun pertama dapat mencapai 90% jika tidak menggunakan KB alias alat kontrasepsi. Beberapa wanita menunda kehamilan untuk berbagai alasan, seperti pendidikan, karir, finansial dan lainnya. Pemilihan alat kontrasepsi yang tepat dapat membantu wanita untuk menunda kehamilan.Terdapat banyak pilihan kontrasepsi yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Baik kontrasepsi temporer maupun kontrasepsi yang sifatnya permanen. Setiap jenis kontrasepsi yang ada tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Oleh karenanya penting bagi setiap pasangan untuk dapat memilih secara tepat kontrasepsi yang hendak digunakan.

Berikut ini panduan singkat tentang berbagai jenis alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan:

1. Pil KB
Menggunakan pil Kb mempunyai beberapa kelebihan bagi anda yaitu rendah efek samping dan aman dikonsumsi dan dapat mengatur siklus haid. Sedangkan kekurangan menggunakan pil kb yaitu memberikan perasaan mual dan sakit kepala ringan. Selain itu jenis kontrasepsi ini sedikit beresiko bagi anda yang pelupa karena penggunaannya harus diminum secara teratur dan disiplin.

2. KB suntik
Penggunaan KB suntik dapat menyesuaikan anda ketika masa menyusui dan dapat disesuaian sejak hari pertama haid. Sedangkan kekurangannnya seringkali menimbulkan flek dan dapat menghentikan haid.

3. Kondom
Kondom merupakan alat kontrasepsi yang mudah anda lakukan. Melindungi dari penyakit menular seksual tetapi kekurangan penggunaan kondom adalah harus dipakai pada posisi yang pas hingga tidak menimbulkan kebocoran.

4. Intra Uterine Device (IUD)
IUD merupakan alat kontrasepsi berbentuk T atau spiral yang membantu anda untuk menghalangi pembuahan. Kontrasepsi ini tidak mengandung hormon dan untuk satu kali pasang akan berlaku efektif hingga 5 tahun. IUD ini mempunyai persentase keberhasilan pencegahan kehamilan yang lebih besar daripada metode kontrasepsi lain. Kekurangannya adalah adanya perubahan siklus haid yang terjadi sebagian orang.

5. Implan (Susuk KB)
Kontrasepsi ini berupa benda kecil seukuran dan berbentuk seperti batang korek api yang dimasukkan ke bagian bawah kulit, umumnya pada lengan atas bagian dalam. Implan ini secara perlahan mengeluarkan hormon progestin yang berfungsi mencegah kehamilan selama 3 tahun, kekurangannya dapat menyebabkan haid yang tidak teratur,dapat menyebabkan memar diawal pemasangan.

6. Kondom wanita
Kondom wanita berbentuk plastik yang menyelubungi vagina. Terdapat cincin plastik di ujungnya yang berperan untuk menyesuaikan posisi. Kondom wanita ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria tetapi kekurangannya kurang efektif seperti kondom pria.

7. Spermisida
Spermisida adalah produk yang diaplikasikan di dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Produk yang berbentuk jeli, krim, membran, atau pun busa ini mengandung bahan kimia yang dapat membunuh sperma,kekurangannya penggunaanya harus 30 menit sebelum berhubungan dan umumnya perlu digunakan bersamaan dengan alat kontrasepsi lain.

8. Diafragma
Diafragma terbuat dari karet berbentuk kubah yang ditempatkan pada mulut rahim sebelum berhubungan seksual. Biasanya digunakan bersama dengan spermisida,kekuranganya pemasangan harus dilakukan oleh dokter,dan harus dilepas saat haid.

9. Cervical Cap
Berbentuk seperti diafragma, tapi dengan ukuran lebih kecil. Alat yang digunakan bersama dengan spermisida ini ditempatkan untuk menutup jalan masuk ke Rahim, kekurangannya Tingkat kegagalan 30% pada wanita yang sudah memiliki anak, dan 15% bagi yang belum memiliki anak, harus dilepas saat haid,tidak dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

10. Koyo Ortho Evra
Koyo ini ditempelkan pada kulit dan diganti seminggu sekali selama tiga minggu. Koyo harus dilepas pada minggu keempat. Koyo bekerja dengan melepaskan hormon yang sama efektifnya dengan yang terdapat dalam pil KB,kekurangannya dapat menyebabkan efek samping yang serupa dengan penggunaan pil kb,serta harganya relative mahal.

11. Cincin vagina
Cincin vagina atau NuvaRing berupa cincin plastik yang digunakan di dalam vagina. Cincin plastik ini berfungsi melepaskan hormon yang sama seperti pil KB, kekurangannya dapat menyebabkan iritasi dan efek samping dan harganya relative mahal.

Alat-alat kontrasepsi di atas semua nya bersifat sementara. Selain cara di atas, ada metode kontrasepsi yang bersifat permanen yang disebut vasektomi. Vasektomi ini dilakukan pada pria dimana saluran vas deferens yang membawa sperma dari testis akan ditutup sehingga sperma tidak dapat dilepaskan. Meski memerlukan operasi, tapi cara ini hampir 100% efektif.

Dari beberapa macam jenis kontrasepsi diatas, saya paling menyarankan untuk menggunakan jenis kontrasepsi IUD karena kelebihannya banyak dan kekurangannya hanya terjadi pada sebagian orang saja. Tapi semuanya kembali lagi pada kebutuhan serta kondisi Anda dan suami. Jangan lupa konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter obgyn Anda sebelum memutuskan untuk memakai kontrasepsi jenis apapun.

Filed Under: Kebidanan & Kandungan Tagged With: alat kontrasepsi, pil kb, pilihan kb

  • « Previous Page
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • …
  • 10
  • Next Page »

Login Pasien


Links

  • RS Husada Utama
  • RS Lombok Dua Dua
  • RSIA Kendangsari MERR
  • RSIA Kendangsari Surabaya

The Doctor

Dr. Gregorius Agung H, SpOG menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1992 dan Pendidikan Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama pada tahun 2002. Read More »

Peta Lokasi

Contact Us

GA Clinic - Dr. Gregorius Agung H, SpOG
Jl. Menur Pumpungan 167 A
Surabaya, 60118 · Indonesia

phone: (031) 5963706
Whatsapp: 0857-0848-6899
email: gregspog@yahoo.com

Copyright © 2026 · Dokter Kandungan Surabaya | Dr. Greg Agung, SpOG