GA Clinic tutup pada tanggal 10 Oktober 2014 dan akan buka kembali tanggal 13 Oktober 2014

PAP Smear

Di Amerika Serikat, setiap wanita berusia 35 tahun ke atas memiliki resiko 2-3 kali lipat untuk menderita Kanker mulut rahim (serviks) dan perubahan sel pada mulut rahim atau Cervical Dysplasia. Pap Smear atau Papanicolaou test, mulai dikampanyekan secara rutin di tahun 1990-an perhimpunan Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan karena angka kejadian kanker mulut rahim yang meningkat. Dan penelitian menunjukkan penurunan komplikasi dan peningkatan angka harapan hidup dengan deteksi dini melalui pap smear.

Apakah pap smear itu?
Pap Smear adalah pemeriksaan usapan mulut rahim untuk melihat sel-sel mulut rahim (serviks) di bawah mikroskop.

Pap Smear adalah tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker. Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis. Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan dengan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat kecil berbulu halus, untuk mengambil sel-sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal serviks. Setelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass (kaca objek) dan disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Pemeriksaan Pap smear tidak dianjurkan pada wanita hamil, wanita yang mengkonsumsi obat-obatan atau pil KB. Anda sebaiknya menghindari persetubuhan, penggunaan tampon, pil vagina, ataupun mandi berendam dalam bath tub, selama 24 jam sebelum pemeriksaan, untuk menghindari ‘kontaminasi’ ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil pemeriksaan. Pemeriksaan pap smear saat menstruasi sebaiknya dihindari, karena darah dan sel dari dalam rahim dapat mengganggu keakuratan hasil pap smear. Kosongkan kandung kemih anda sebelum pemeriksaan. Penggunaan obat-obatan tertentu harus dihindari karena dapat mempengaruhi hasil pap smear, seperti kolkisin, estrogen, podofilin, progestin, Perak Nitrat, zat-zat komposisi dalam rokok.

Mengapa Pap Smear perlu dilakukan?
Pap smear dapat mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan.

Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal. Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 hasil utama :

  1. Jinak (bukan kanker), dokter umumnya menterapi anda sebagai infeksi DAN meminta anda untuk melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear; ATAU hanya melakukan kontrol ulang saja.
  2. Prekanker (menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal), biasanya dilaporkan sebagai “sel atipik” atau displasia serviks. Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% hasil pap smear menemukan dysplasia serviks. Walaupun hingga saat ini, penyebabnya belum diketahui, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, yaitu : partner seks lebih dari satu, memulai aktivitas seksual sebelum usia 18 tahun, memiliki anak sebelum usia 16 tahun, menderita Penyakit Menular Seksual (PMS), terutama infeksi HIV atau Human Papilloma Virus.
  3. Ganas (kemungkinan kanker)

Thin Prep

Thin prep merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dibanding Pap smear. Di negara-negara maju, pemeriksaan Pap smear telah mulai ditinggalkan dan lebih banyak orang beralih ke pemeriksaan Thin prep.

Bagaimana pemeriksaan Thin prep dilakukan? Berikut ini beberapa tahapan yang harus dilalui saat melakukan pemeriksaan Thin prep:

  • Dokter atau tenaga ahli akan mengambil sampel dari serviks atau leher rahim. Pemeriksaan Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim.
  • Sampel tersebut dimasukkan ke dalam vial atau botol Thin prep yang berisi cairan.
  • Sel-sel sampel segera diawetkan untuk dikirim ke laboratorium.
  • Sampel tersebut dibuat menjadi slide dan diwarnai dengan pewarna khusus sehingga sel-sel tersebut menjadi lebih jelas.
  • Membran khusus digunakan untuk membuat preparat dengan irisan tipis.
  • Lapisan tipis terdiri dari sel-sel akan memperlihatkan elemen mencurigakan jika ada infeksi atau jaringan yang abnormal.
Thin Prep

Metode perbaikan Pap smear yang lebih baik dan akurat dibanding Pap smear.

KelebihanThin Prep

  • Pengambilan sampel serviks yang lebih baik
  • Lebih akurat mendeteksi kelainan dengan keakuratan mencapai 100%
  • Lebih akurat mendeteksi sel yang abnormal
  • Diagnosis dari hasil pemeriksaan akan lebih tepat dan past
Kekurangan Thin Prep

  • Metode ini tergolong baru sehingga belum tersedia secara luas

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan Thin prep? Dalam waktu 3 tahun pertama setelah melakukan hubungan seksual atau telah mencapai umur 21 tahun, maka pemeriksaan Thin prep sebaiknya dilakukan. Kemudian secara rutin setiap tahun pemeriksaan ini sebaiknya juga dilakukan. Jika ada gejala infeksi HPV, maka pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan lebih sering.